Kunjungan wisatawan ke KLU menurun, target 790 ribu dibayangi geopolitik dunia

Sekdis Pariwisata KLU, Fadli. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Tren kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) sepanjang 2026 mulai menunjukkan penurunan. Hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan baru mencapai sekitar 498 ribu wisatawan atau 63 persen dari target yang ditetapkan pemerintah daerah sebanyak 790 ribu kunjungan.

 

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Utara, Fadli mengatakan, penurunan tersebut mulai terlihat sejak pertengahan tahun. Kondisi itu disebut tidak terlepas dari situasi geopolitik dunia yang turut berdampak terhadap mobilitas wisatawan mancanegara.

 

“Memang kalau dilihat dari tren kunjungan, tahun ini agak sedikit menurun. Trennya mulai menurun karena faktor geopolitik dunia,” kata Fadli, Senin (28/9/2026).

 

Menurutnya, kondisi tersebut juga terlihat dari perbandingan kunjungan pada periode yang sama dengan tahun sebelumnya. Pada Juni 2025, jumlah kunjungan tercatat sekitar 82 ribu wisatawan, sementara pada Juni 2026 turun menjadi sekitar 70 ribu wisatawan.

 

Penurunan juga terjadi pada Juli. Jika pada Juli 2025 tercatat sekitar 94 ribu kunjungan, pada Juli 2026 jumlahnya berada di kisaran 89 ribu wisatawan.

 

Fadli menyebut penurunan kunjungan tidak terjadi secara drastis, melainkan berlangsung secara bertahap. Salah satu dampaknya dirasakan pelaku usaha pariwisata, terutama dari wisatawan mancanegara yang membatalkan perjalanan akibat meningkatnya biaya penerbangan.

 

“Banyak wisatawan yang sudah berencana, tiba-tiba harga tiket pesawat naik. Itu yang menjadi kendala. Beberapa pelaku usaha juga menyampaikan banyak yang melakukan cancel,” ujarnya.

 

Selain kondisi geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia yang berpengaruh terhadap harga tiket pesawat, jalur penerbangan wisatawan dari sejumlah negara Eropa juga ikut terdampak.

 

Meski demikian, Dispar KLU masih berharap target 790 ribu kunjungan wisatawan pada 2026 dapat tercapai. Hingga Agustus, capaian sekitar 498 ribu kunjungan masih menyisakan waktu beberapa bulan untuk mengejar target tersebut.

 

“InsyaAllah. Penurunannya tidak langsung dari high season kemudian turun drastis, tetapi sedikit-sedikit berkurang. Mudah-mudahan target bisa tercapai,” katanya.

 

Dari komposisi wisatawan mancanegara, Fadli menyebut wisatawan asal India saat ini menjadi salah satu pasar yang cukup dominan.

 

Sementara itu, memasuki penghujung tahun, Dispar KLU memperkirakan kunjungan wisatawan domestik akan lebih mendominasi. Terlebih pada Desember, momentum libur Natal dan Tahun Baru diperkirakan akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan nusantara.

 

“Di akhir sampai Desember ini kebanyakan domestik. Apalagi Desember ada libur Natal dan Tahun Baru, di situ wisatawan domestik biasanya meningkat,” jelasnya.

 

Fadli berharap kondisi geopolitik global dalam beberapa bulan ke depan semakin kondusif sehingga aktivitas pariwisata kembali meningkat dan target kunjungan wisatawan KLU tahun ini setidaknya dapat terpenuhi.

 

“Harapannya jumlah pengunjung bisa sesuai target, minimal itu. Dengan kondisi dunia, mudah-mudahan beberapa bulan ke depan bisa lebih kondusif,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Anggi

–

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI