kicknews.today – Program cek kesehatan gratis bagi masyarakat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berjalan sepanjang tahun sebagai bagian dari program nasional pemerintah. Namun hingga triwulan pertama 2026, capaian program tersebut masih tergolong rendah.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara, dr. Lalu Bahruddin mengatakan program cek kesehatan gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.

“Program ini masih terus berjalan karena merupakan salah satu program dari Presiden yang harus dijalankan secara kontinyu setiap tahun. Saat ini kita juga terus melakukan promosi dan edukasi kepada masyarakat agar mau melakukan cek kesehatan sejak dini,” ujarnya, Rabu (08/04/2026).
Dia menjelaskan, layanan cek kesehatan gratis mencakup pemeriksaan berbagai penyakit, khususnya penyakit tidak menular yang kerap menjadi ancaman bagi masyarakat, seperti diabetes, hipertensi hingga kanker.
“Kalau cek kesehatan itu sebenarnya semua pemeriksaan dasar bisa dilakukan, terutama untuk mendeteksi penyakit tidak menular seperti kencing manis, darah tinggi, hingga kanker. Tujuannya supaya kita bisa mengetahui lebih dini apakah seseorang memiliki risiko atau tidak,” jelasnya.
Pada tahun 2026, Dinas Kesehatan Lombok Utara menargetkan 80 persen masyarakat dapat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis tersebut. Namun hingga Januari hingga Maret 2026, capaian program baru berada di kisaran 20 persen.
“Target kita tahun ini sekitar 80 persen, tetapi sampai triwulan pertama baru sekitar 20 persen, bahkan sebenarnya masih di bawah itu. Jadi progresnya memang masih cukup lambat,” kata dr. Bah.
Menurutnya, terdapat beberapa kendala yang menyebabkan capaian program tersebut belum optimal. Salah satunya adalah tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk datang memeriksakan kesehatannya.
Selain itu, kendala teknis juga terjadi pada proses penginputan data melalui aplikasi yang digunakan oleh tenaga kesehatan di puskesmas.
“Biasanya ada dua persoalan utama, pertama kehadiran masyarakat yang masih rendah untuk melakukan cek kesehatan. Kedua, terkait aplikasi dan proses input data oleh teman-teman di puskesmas yang kadang membuat progres data terlihat lambat,” ungkapnya.
Dia menambahkan, masyarakat dapat mengakses layanan cek kesehatan gratis di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. Bahkan pemeriksaan juga dapat dilakukan pada berbagai kegiatan pelayanan kesehatan yang digelar oleh instansi pemerintah maupun organisasi non-pemerintah.
“Cek kesehatan gratis ini bisa dilakukan di mana saja, termasuk di puskesmas dan rumah sakit. Bahkan kalau ada kegiatan pelayanan kesehatan di event-event yang dilakukan OPD atau NGO juga bisa dilakukan di sana,” jelasnya.
Bahruddin berharap masyarakat tidak lagi takut untuk memeriksakan kesehatannya, karena deteksi dini justru dapat membantu penanganan penyakit lebih cepat.
“Stigma yang ada di masyarakat itu sering kali takut mengetahui penyakitnya. Padahal kalau kita temukan lebih dini, tentu penanganannya juga bisa lebih cepat. Karena itu kami berharap masyarakat mau datang dan memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis ini,” tutupnya. (gii/*)


