Janji politik Sukiman-Rumaksi 1 desa 1 lapangan, gimana kabar ?

kicknews.today – Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, H M Sukiman Azmy  dan H Rumaksi SJ (Sukma) mengakui ada beberapa janji politiknya tidak mampu diwujudkan hingga akhir masa jabatannya September 2023. Selain jalan dan air bersih, juga program satu desa satu lapangan.

Bupati Sukiman mengakui hal itu. Menurutnya, tidak semua desa bisa direalisasikan karena alasan tanah pecatu. Program tersebut hanya terkendala di sebagian desa.

“Saya janji satu desa satu lapangan dengan catatan lahannya tidak dibeli Pemda, tapi memanfaatkan tanah pecatu desa,” kata Sukiman, Selasa (4/7).

Program itu kata dia, sudah banyak direalisasikan karena mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah desa. Sementara beberapa desa lain, sebagian tidak ikhlas menjadikan tanah pecatu jadi lapangan.

“Bisa dihitung berapa banyak yang sudah dan belum dapat direalisasikan,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Danger Kecamatan Masbagik, Kispul Hadi mengaku memang benar pihaknya sudah membahas hal tersebut ke pihak Pemda Lombok Timur. Hanya saja, hingga saat ini belum ada kelanjutan.

“Sampai sekarang belum direalisasikan,” katanya.

Desa Danger kata dia, memiliki tanah pecatu yang tidak begitu luas. Proses pembuatan lapangan sudah dilakukan dengan menggunakan mesin bajak sawah, tentu tidak maksimal.

“Sudah sering kami minta bantuan alat berat ke Pemda, tapi belum diberikan. Kalau pakai dana desa, berkurang lagi untuk anggaran lain,” katanya.

Tanah tersebut kata dia, sudah didesain khusus. Selain untuk lapangan juga dibuat taman budaya. Dengan kondisi seperti ini kata dia, pembangunan lapangan tentu lamban.

“Ada tanah di timur Desa Danger, tapi sudah dibangun gudang pengolahan plastik dan kandang kolektif,” ujarnya.

Besar harapan masyarakat agar desa memiliki lapangan. Terutama untuk pengembangan bakat olahraga anak anak dan kegiatan masyarakat lain.

“Saya bermimpi membangun Danger milenium, taman budaya, homestay dan tempat wisata camping. Semoga bisa terwujud,” harapnya. (cit)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI