Dinas Pertanian Kota Bima usul perbaikan sejumlah dam

Kadis Pertanian Kota Bima, Abdul Najir

kicknews.today – Sejumlah bendung atau dam irigasi di Kota Bima yang rusak akibat banjir membutuhkan penanganan serius. Kerusakan tersebut berdampak pada terganggunya pasokan air ke lahan persawahan, terutama saat memasuki musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Abdul Najir mengatakan, pihaknya telah mengusulkan perbaikan sejumlah infrastruktur pengairan untuk mendukung ketersediaan air bagi petani. Beberapa usulan yang diajukan sebelumnya bahkan telah mendapat tindak lanjut.

Di antaranya pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di So Tolo Timur, Kelurahan Oi Fo’o, serta perbaikan Dam Lampe yang kini telah ditindaklanjuti dan dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Untuk tahap kedua tahun 2026, Dinas Pertanian Kota Bima kembali mengusulkan perbaikan sejumlah bendung dan jaringan irigasi yang dinilai mendesak,” jelas Najir, Kamis (15/10/2026).

Lokasi yang diusulkan meliputi dam di Kelurahan Ntobo, Kendo dan Rontu. Selain itu, terdapat usulan perbaikan irigasi di Kelurahan Oi Mbo, khususnya pada kelompok tani Harapan Makmur, serta jaringan irigasi air tanah di Kelurahan Kolo.

Kerusakan bendung menjadi salah satu persoalan utama karena sejumlah saluran irigasi sebenarnya sudah tersedia. Namun, air tidak dapat mengalir secara optimal akibat kondisi dam yang rusak.

“Dam-dam yang rusak akibat banjir perlu diperbaiki atau dibangun kembali agar suplai air ke lahan persawahan bisa terjamin,” ungkapnya.

Menurutnya, perbaikan tersebut penting untuk mengembalikan fungsi infrastruktur pengairan, terutama di wilayah Lampe dan Ntobo serta kawasan pertanian lainnya yang bergantung pada bendung tersebut.

Ia menjelaskan, bendung yang rusak memiliki posisi strategis dalam mendukung ketersediaan air pertanian. Karena itu, pemulihan fungsi bendung yang sudah ada dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Selain mendukung pengairan pada musim tanam, keberadaan bendung juga berperan penting menjaga ketersediaan air ketika musim kemarau tiba.

“Memperbaiki dam yang rusak akibat banjir sebenarnya sudah cukup untuk menjawab kebutuhan saat ini. Dam-dam tersebut sangat strategis dalam mendukung ketersediaan air pada musim kemarau,” jelasnya.

Najir berharap usulan perbaikan tahap kedua tahun 2026 dapat ditindaklanjuti sehingga infrastruktur pengairan yang rusak kembali berfungsi. Dengan demikian, petani di sejumlah wilayah dapat memperoleh pasokan air yang lebih memadai untuk mendukung produktivitas pertanian. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

–

Artikel Terkait

Ultah Lombok Tengah

OPINI