Bupati Djohan lantik penjabat Sekda Lombok Utara

kicknews.today – Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu melantik penjabat sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Utara (KLU). Acara yang berlangsung di Aula kantor bupati pada Senin, (27/9) tersebut, dihadiri oleh sejumlah pimpinan organisasi daerah (OPD). Anding Dwi Cahyadi yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten III Setda Lombok Utara resmi dilantik sebagai penjabat sekda.

Bupati Djohan dalam sambutannya mengungkapkan, kepada pejabat yang baru saja dilantik untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik. Jika dicermati, pembangunan daerah ke depan membutuhkan orang yang berkomitmen tinggi, integritas, dan profesional serta bagus dan aman. Terhadap sumpah jabatan dan kemajuan daerah segenap jajaran harus memberikan dukungan penuh.

“Segenap jajaran daerah harus berikan dukungan penuh sehingga fungsi organisasi bisa jalan dan sukses,” ungkapnya.

Anding Dwi Cahyadi ditetapkan melalui SK nomor: 345/302/BKDPSDM/2021 tentang pemberhentian dan pengangkatan pegawai negeri sipil sebagai penjabat sekertaris daerah lombok utara. Pihaknya menggantikan Raden Nurjati yang saat ini bertugas sebagai Asisten I Setda Lombok Utara. Untuk percepatan daerah, Bupati berpesan supaya penjabat yang baru untuk bisa segera menyesuaikan diri dan langsung bekerja.

“Pejabat harus bekerja sungguh semangat bangun daerah dengan komitmen bersama dilandasi dengan displin kerja untuk pelayanan publik harus di fokuskan pada pembenahan disegala bidang guna menjawab masyarakat,” jelasnya.

Jabatan, ditegaskan Djohan, merupakan amanah dan kepercayaan maka itu kepercayaan tersebut harus dijaga dengan baik dengan bekerja sesuai amanat undang-undang yang berlaku. Diharapkan, adanya penjabat sekda baru bisa mengangkat status Lombok Utara dari daerah tertinggal saat ini.

“Semua lokomotif birokrasi harus selalu kompak utuh dan bersatu demi kesejahteraan masyarakat KLU. Saya yakin brikorasi kolektif bisa memajukan dari status daerah tertinggal kita kedepan,” pungkasnya.

Sementara itu, Penjabat Sekda Lombok Utara Anding Dwi Cahyadi menjawab penegasan bupati perihal disiplin ASN, pihaknya mengatakan disiplin masuk sudah ada caranya, kalau sistem kinerjanya ada E kinerja dan itu sedang diproses. Dengan demikian pihaknya mengetahui mana mana ASN yang rajin dan tidak. Demikian pula ini sebagai bahan guna evaluasi kedepan.

“Jadi bisa kita liat mana yang kinerjanya tinggi, siapa pegawai yang memiliki kinerja rendah berdasarkan proses itu. Dalam rangka membuat ASN disiplin ada sistem sidik jari, jadi lewat itu orang bisa melakukan sidik jari pas sampai jam 7 sampai selesai,” katanya. (iko)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI