50 pedagang masih berjualan di bahu jalan, Pasar Ancak KLU bakal ditata

Suasana pasar ancak, Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, KLU. (Foto. kicknews.today/Ist)

kicknews.today – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lombok Utara (KLU) berencana menata kembali Pasar Ancak untuk mengatasi persoalan pedagang yang berjualan di bahu dan badan jalan. Penataan tersebut diharapkan mampu menciptakan kawasan pasar yang lebih tertib sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag KLU, Harianto, mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan penertiban bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), unsur kepolisian, serta trantib kecamatan.

 

Penertiban difokuskan pada upaya mengembalikan fungsi jalan agar tidak terganggu aktivitas perdagangan, terutama setiap Kamis ketika aktivitas pasar meningkat. Kondisi jalan yang macet selama ini dikeluhkan pelaku perjalanan wisata, khususnya agen perjalanan yang mengantar wisatawan menuju kawasan Senaru.

 

“Beberapa bulan kemarin kita rutin melakukan penertiban bersama OPD lain. Sasarannya supaya pada hari Kamis tidak ada lagi ruas jalan yang terganggu. Sebab, ketika macet, kerugian juga dirasakan oleh agen perjalanan wisata,” ujar Harianto, Senin (19/10/2026).

 

Meski penertiban telah dilakukan berulang kali, dia mengakui hasilnya belum maksimal. Karena itu, Diskoperindag berencana melanjutkan penataan dengan mengoptimalkan los-los yang tersedia di dalam pasar.

 

Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperbaiki sejumlah los yang sebelumnya terkendala persoalan pemanfaatan bangunan. Los tersebut nantinya diharapkan dapat digunakan untuk menampung pedagang yang selama ini berjualan di bahu maupun badan jalan.

 

Harianto menyebutkan, terdapat sekitar 50 pedagang di luar area pasar yang telah tertata dan perlu dicarikan tempat berjualan. Penataan ini juga harus mempertimbangkan rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di depan pasar.

 

“Harapan kita, setelah dilakukan perbaikan dan penataan, semua pedagang bisa kita masukkan ke dalam area pasar sehingga aktivitas perdagangan lebih terlokalisasi dan tidak mengganggu jalan,” jelasnya.

 

Untuk mendukung rencana tersebut, Diskoperindag berharap anggaran sekitar Rp140 juta dapat dialokasikan melalui APBD Perubahan. Namun, Harianto menegaskan bahwa angka tersebut masih berupa informasi awal dan belum dapat dipastikan realisasinya.

 

Menurutnya, keterbatasan anggaran selama ini menjadi salah satu kendala dalam mengoptimalkan penataan Pasar Ancak. Bahkan, pelaksanaan penertiban sebelumnya dilakukan secara swadaya oleh OPD terkait karena belum tersedia dukungan pendanaan khusus yang memadai.

 

Sementara itu, pembukaan akses jalan di depan deretan toko telah masuk dalam pekerjaan yang diproses sebelumnya. Akses tersebut diharapkan memudahkan kendaraan masuk dan melakukan parkir di kawasan pasar.

 

“Anggaran kita memang sangat terbatas. Jadi, kita optimalkan dulu bagian-bagian yang bisa disentuh. Mudah-mudahan anggaran sekitar Rp140 juta ini bisa masuk dalam perubahan dan tidak ada kendala,” katanya.

 

Berdasarkan data yang disampaikan Harianto, area pasar yang telah terdata meliputi 78 pelataran, 43 los, dan 19 toko, atau total 140 unit. Jumlah tersebut belum mencakup sekitar 50 pedagang yang masih beraktivitas di luar area tertata.

 

Selain menertibkan pedagang di bahu jalan, Diskoperindag juga mempertimbangkan penataan ulang los di dalam pasar. Pedagang bahan pokok direncanakan menjadi salah satu prioritas untuk mendapatkan tempat berjualan yang lebih representatif.

 

Harianto mengatakan, los yang saat ini ditempati pedagang konveksi berpeluang ditata ulang agar sebagian dapat dimanfaatkan pedagang bahan pokok. Langkah tersebut masih perlu dibahas bersama OPD terkait dengan mempertimbangkan ketersediaan lahan dan kondisi pemanfaatan los.

 

Menurutnya, penempatan pedagang bahan pokok di lokasi yang lebih strategis diharapkan dapat meningkatkan aktivitas jual beli sekaligus menghidupkan suasana pasar.

 

Lebih jauh, Diskoperindag KLU memiliki harapan agar Pasar Ancak ke depan tidak hanya ramai pada hari tertentu, tetapi berkembang menjadi pasar harian.

 

Harianto menilai, lokasi Pasar Ancak cukup strategis karena berada di jalur yang dilalui masyarakat maupun wisatawan menuju sejumlah destinasi, termasuk kawasan Senaru dan Sembalun.

 

Selain perdagangan kebutuhan sehari-hari, pasar tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai tempat penyediaan perlengkapan pendakian. Pedagang dapat didorong membuka usaha penyewaan maupun penjualan peralatan yang dibutuhkan pendaki.

 

“Potensinya sangat tinggi kalau kita jadikan pasar harian. Kita juga berharap ada pemberdayaan pedagang untuk menyediakan perlengkapan pendakian, termasuk penyewaan peralatan, sehingga wisatawan yang akan mendaki tidak harus membawa semuanya dari Mataram,” ungkapnya.

 

Diskoperindag juga telah berkomunikasi dengan pemerintah desa setempat terkait rencana pengembangan tersebut. Penataan akan dilakukan secara bertahap melalui pembenahan fasilitas, penataan pedagang, serta pendekatan kepada masyarakat.

 

“Kita harap dalam satu hingga dua tahun ke depan, Pasar Ancak dapat berkembang menjadi pasar harian yang lebih tertib, nyaman, dan mampu memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat sekitar,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Anggi

–

Artikel Terkait

Ultah Lombok Tengah

OPINI