Pemuda Rinjani Selatan kecam trail trabas aliran Sungai Mayung Polak

Beberapa komunitas trail menerabas aliran sungai Mayung Polak. Foto. Ist

kicknews.today — Pemuda Rinjani Selatan mengecam aktivitas komunitas trail yang melintas dan menerabas aliran Sungai Mayung Polak di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Timbanuh. Aliran tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat empat desa, yakni Timbanuh, Pengadangan, Pengadangan Barat, dan Jurit Baru, karena menjadi salah satu sumber air yang dimanfaatkan masyarakat.

Wakil Ketua Umum Pemuda Rinjani Selatan, Rupawan, menilai aktivitas menerabas aliran sungai yang menjadi sumber air masyarakat menunjukkan rendahnya kepedulian terhadap lingkungan dan etika dalam menggunakan kawasan konservasi.

“Ini bukan sekadar persoalan motor trail. Ini menyangkut sumber air masyarakat dan kawasan konservasi. Menerabas aliran sungai yang menjadi sumber air warga adalah tindakan yang tidak bermoral dan tidak beretika,” kata Rupawan pada Rabu (14/10/2026).

Aktivitas tersebut, kata dia, diketahui dari unggahan di media sosial TikTok. Bahkan, terdapat komentar dari pihak yang justru merespons sorotan masyarakat dengan nada menyudutkan, termasuk kalimat, “Beli motor maknya, Bung, biar saya ajak ke sini biar gak kepanasan.”

Menurut Rupawan, respons semacam itu memperlihatkan persoalan yang lebih serius: bukan hanya soal pelanggaran ruang konservasi, tetapi juga penghormatan terhadap masyarakat yang bergantung pada sumber air tersebut.

“Silakan menikmati alam, tetapi jangan mengorbankan alam dan kepentingan masyarakat. Kawasan konservasi bukan arena trabas,” tegasnya.

Pemuda Rinjani Selatan meminta Balai TNGR dan aparat terkait menelusuri aktivitas tersebut, memperketat pengawasan jalur masuk Timbanuh, serta memastikan kegiatan komunitas trail tidak merusak ekosistem dan sumber air masyarakat. (cit)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Citra Maulida

–

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI