Tak sekadar lolos, LASQI KLU bidik juara hingga tingkat nasional

Kepala Dinas Dikbudpora Lombok Utara, M. Najib. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Festival LASQI (Lembaga Seni Qasidah Indonesia) tingkat Kabupaten Lombok Utara (KLU) dijadwalkan berlangsung selama dua hari (24 -25 Oktober 2026) di Alun-Alun Tanjung. Ajang ini menjadi wadah bagi para pemenang festival tingkat kecamatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperebutkan tiket mewakili Lombok Utara pada festival tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU, M. Najib mengatakan, persiapan pelaksanaan festival telah dibahas dalam rapat koordinasi yang dihadiri Ketua Pengurus Daerah LASQI KLU bersama jajaran Dikbudpora dan Bidang Kebudayaan.

 

“Dalam rapat tadi sudah disepakati pelaksanaan Festival LASKI tingkat kabupaten akan dilaksanakan di Alun-Alun Tanjung selama dua hari, Sabtu dan Ahad,” ujar Najib, Selasa (13/10/2026).

 

Dia menjelaskan, pelaksanaan festival tingkat kabupaten menjadi tahapan penting untuk menjaring peserta terbaik yang akan mewakili KLU pada ajang tingkat provinsi. Mengingat jadwal festival provinsi sudah semakin dekat, pelaksanaan di tingkat kabupaten perlu segera dilakukan agar proses seleksi hingga pendaftaran peserta dapat berjalan sesuai jadwal.

 

Menurutnya, seluruh kecamatan di KLU telah menyelesaikan festival tingkat kecamatan. Para juara dari masing-masing kecamatan selanjutnya akan berkompetisi di tingkat kabupaten. Jumlah peserta yang akan berlaga diperkirakan mendekati 100 orang, meskipun angka pastinya masih menunggu pendataan lebih lanjut.

 

“Semua kecamatan sudah melaksanakan festival. Sekarang para pemenang tingkat kecamatan akan berlaga di tingkat kabupaten untuk memperebutkan kesempatan mewakili Lombok Utara di tingkat provinsi,” jelasnya.

 

Festival LASQI tahun ini mempertandingkan sejumlah kategori, di antaranya bintang vokalis qasidah atau gambus dan pop Islami. Kedua cabang tersebut dibagi dalam kategori anak-anak, remaja, dan dewasa, dengan peserta yang berasal dari perwakilan masing-masing kecamatan.

 

Najib menegaskan, proses penilaian akan dilakukan dengan melibatkan juri yang diharapkan bersikap netral dan objektif. Untuk menjaga kualitas penilaian, komposisi dewan juri direncanakan melibatkan dua orang juri dari tingkat provinsi dan satu orang dari tingkat kabupaten.

 

Dia memastikan, seluruh kategori yang diperlombakan di tingkat kabupaten telah disesuaikan dengan mata lomba pada festival tingkat provinsi. Dengan demikian, para juara pertama dari setiap mata lomba akan dipersiapkan untuk mewakili KLU pada kompetisi selanjutnya. Dukungan anggaran untuk keikutsertaan di tingkat provinsi juga telah tersedia.

 

“Juri diharapkan benar-benar netral sehingga bisa menghasilkan juara yang berkualitas. Setiap mata lomba yang dipertandingkan di kabupaten juga akan menjadi bagian dari seleksi untuk tingkat provinsi,” katanya.

 

Najib menambahkan, Lombok Utara memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan kegiatan LASQI setelah menjadi tuan rumah festival tingkat provinsi pada tahun sebelumnya. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal untuk menyukseskan pelaksanaan festival tahun ini.

 

Dia berharap, ajang tersebut tidak sekadar menjadi kompetisi seni Islami, tetapi juga mampu melahirkan talenta-talenta lokal yang dapat berprestasi di tingkat lebih tinggi.

 

“Kalau sebelumnya ada peserta kita yang berhasil lolos sampai tingkat nasional, mudah-mudahan tahun ini tidak hanya lolos, tetapi juga mampu meraih juara di tingkat nasional,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Anggi

–

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI