kicknews.today — Menjelang perhelatan MotoGP Mandalika 2026, kesiapan evakuasi medis menjadi salah satu perhatian utama. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim Medical Center menggelar simulasi Evakuasi Medis Udara (EMU) di helipad Pertamina Mandalika International Circuit, Kamis (8/10/2026).
Simulasi tersebut digelar untuk memastikan seluruh personel, prosedur dan armada siap memberikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat selama rangkaian MotoGP yang berlangsung 9–11 Oktober 2026.

Jalannya simulasi disaksikan langsung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal. Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi bersama Kepala Seksi Operasi dan Siaga Bustanil turut mendampingi Gubernur NTB saat melakukan inspeksi kesiapan di kawasan sirkuit.
Dalam skenario yang disiapkan, layanan Evakuasi Medis Udara akan diaktifkan apabila tim medis sirkuit menemukan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit rujukan.
Pasien nantinya dapat dievakuasi melalui jalur udara menuju RSUD Provinsi NTB untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan dengan waktu tempuh yang lebih cepat.
Untuk mendukung skenario tersebut, Basarnas menyiagakan dua unit helikopter AS 365 N3+ Dauphin, masing-masing dengan nomor registrasi HR-3601 dan HR-3604.
Kedua helikopter tersebut difungsikan sebagai ambulans udara dan telah berada dalam kondisi siaga di Sirkuit Mandalika sejak Rabu (7/10).
Kesiapan armada juga menjadi perhatian tim Dorna Sports. Tim tersebut melakukan inspeksi terhadap aspek teknis dan operasional kedua helikopter Basarnas guna memastikan seluruh prosedur serta standar keselamatan yang diterapkan selama MotoGP terpenuhi.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan simulasi menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat memahami tugas dan mampu bergerak cepat ketika menghadapi kondisi darurat.
“Simulasi ini penting untuk memastikan seluruh personel dan armada bergerak sesuai standar operasional prosedur yang cepat dan tepat,” ujarnya.
Menurutnya, dua helikopter Dauphin yang disiagakan telah dilengkapi fasilitas penunjang medis sehingga dapat difungsikan sebagai air ambulance apabila diperlukan.
“Dua unit helikopter Dauphin yang kami siagakan telah dilengkapi fasilitas penunjang medis sebagai air ambulance agar proses evakuasi ke RSUD Provinsi NTB dapat dilakukan dalam hitungan menit jika terjadi kondisi darurat,” katanya.
Hariyadi menegaskan, koordinasi juga terus diperkuat bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), tim medis sirkuit dan Dorna Sports.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan respons, mulai dari penanganan awal di lintasan hingga proses evakuasi menuju rumah sakit rujukan, dapat berjalan cepat dan terintegrasi selama MotoGP Mandalika 2026 berlangsung. (jr)






