Luca Marini sebut Mandalika sirkuit favorit, suka balapan dalam kondisi panas

Luca Marini, Honda HRC Castrol MotoGP™ Team Rider; Harry Lloyd, Head of Marketing and Communications, Honda Racing Corporation (HRC); dan Amanda Parikesit, Head of Marketing Castrol Indonesia di sela diskusi yang digelar di acara Inside the Racing Line pada Selasa (6/10) di Alam Sutera.
Luca Marini, Honda HRC Castrol MotoGP™ Team Rider; Harry Lloyd, Head of Marketing and Communications, Honda Racing Corporation (HRC); dan Amanda Parikesit, Head of Marketing Castrol Indonesia di sela diskusi yang digelar di acara Inside the Racing Line pada Selasa (6/10) di Alam Sutera.

kicknews.today – Pembalap Honda HRC Castrol, Luca Marini, menyebut Sirkuit Mandalika sebagai salah satu lintasan favoritnya. Karakter tikungan, cuaca panas, hingga pemandangan laut menjadi bagian yang ia sukai saat membalap di sirkuit tersebut.

Hal itu disampaikan Marini dalam kegiatan Inside the Racing Line yang dihadirkan Castrol Indonesia di Jakarta, Selasa (6/10/2026), menjelang MotoGP Mandalika 2026.

“Mandalika adalah salah satu sirkuit yang saya sukai, terutama sektor 2, karena kita bisa melihat laut dan menikmati udaranya. Itu membuat pengalaman balap menjadi sangat luar biasa. Saya juga merasa bisa tampil cepat di sini. Saya menyukai balapan dalam kondisi panas dan karakter tikungan seperti yang ada di Sirkuit Mandalika,” ujar Marini.

Kegiatan tersebut mengajak penggemar mengenal persiapan pembalap, kerja tim, serta pengembangan teknologi di balik persaingan MotoGP. Castrol menggelarnya sebagai bagian dari kemitraan dengan Honda Racing Corporation (HRC) sebagai sponsor utama resmi dan mitra teknis tim pabrikan Honda.

Baca juga: Panduan nonton MotoGP Mandalika 2026: Lokasi tukar tiket, shuttle gratis hingga rute ke sirkuit

Bagi Marini, persiapan menghadapi balapan dibangun jauh sebelum masuk lintasan. Latihan fisik dijalani secara konsisten, dengan rutinitas yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap fase kompetisi.

Namun, menjaga performa juga membutuhkan waktu istirahat. Di luar latihan, Marini menekuni flat track untuk mendukung kemampuan berkendara. Ia juga berselancar dan menghabiskan waktu bersama keluarga untuk mengambil jeda dari tuntutan balap.

“Fokus bukan berarti terus berada dalam mode racing. Penting juga untuk tahu kapan harus recharge. Sehingga ketika kembali ke lintasan, saya bisa membawa energi dan fokus yang baru,” katanya.

Head of Marketing Castrol Indonesia, Amanda Parikesit, mengatakan performa di MotoGP merupakan hasil dari banyak unsur yang saling mendukung. Persiapan pembalap, koordinasi tim, dan teknologi memiliki peran dalam menentukan hasil di lintasan.

“Untuk bisa bersaing di level tertinggi seperti MotoGP™, performa tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi saat balapan. Performa dibangun dari berbagai hal yang saling mendukung, mulai dari cara rider berlatih dan menjaga kondisi, bagaimana tim bekerja sama, hingga teknologi yang terus dikembangkan,” ujar Amanda.

Menurutnya, semangat belajar, fokus, disiplin, dan kerja sama tersebut juga diterapkan Castrol dalam mengembangkan produk. Melalui kegiatan ini, perusahaan ingin memperkenalkan proses di balik performa balap kepada pengendara dan penggemar sepeda motor di Indonesia.

Baca juga: Jelang MotoGP Mandalika, Bandara Lombok bersiap layani 98 ribu penumpang dan tambahan 66 penerbangan

Head of Marketing and Communications HRC, Harry Lloyd, menjelaskan bahwa peningkatan performa berlangsung terus-menerus, dari satu sesi ke sesi berikutnya. Masukan pembalap menjadi bahan penting untuk menentukan perubahan yang dibutuhkan.

“Feedback langsung dari rider menjadi bagian penting dalam proses tersebut, yang kemudian dipadukan dengan data, engineering, testing, dan pengalaman tim untuk menentukan penyesuaian yang dibutuhkan,” ujar Harry.

Sebagai mitra teknis, Castrol menyatakan dukungannya mencakup pelumas, bahan bakar, dan keahlian teknis. Kolaborasi tersebut mempertemukan pengalaman balap HRC dengan pengembangan teknologi Castrol untuk menghadapi tuntutan di lintasan.

Dalam keterangannya, Castrol menyebut lingkungan balap menjadi tempat untuk menguji teknologi pelumasan dalam kondisi ekstrem. Hasil pengujian dan pengalaman bersama tim kemudian menjadi bahan pengembangan produk bagi pengendara sehari-hari.

Melalui Inside the Racing Line, penggemar mendapat gambaran bahwa penampilan pembalap saat balapan merupakan hasil persiapan panjang, mulai dari menjaga kondisi fisik hingga mengevaluasi data dan menyempurnakan teknologi bersama tim. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

–

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI