kicknews.today – Krisis air bersih di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), semakin meluas. Musim kemarau yang berkepanjangan kini berdampak pada 16 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan.
Berdasarkan data pemutakhiran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima per Agustus 2026, sebanyak 2.866 Kepala Keluarga (KK) atau 9.453 jiwa terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala BPBD Kota Bima, A Faruk, mengatakan wilayah terdampak terus meluas seiring berlangsungnya puncak musim kemarau.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bima telah menetapkan status siaga bencana kekeringan sekaligus membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mempercepat penanganan kebutuhan air bersih masyarakat.
Di Kecamatan Rasanae Barat, krisis air bersih terjadi di Kelurahan Tanjung pada dua RT, Kelurahan Pane, Kelurahan Dara di Lingkungan Bina Baru, serta Kelurahan Paruga yang mencakup Lingkungan Sarata, Bara Barat dan BTN Sarata.
Sementara di Kecamatan Mpunda, wilayah terdampak meliputi Kelurahan Sambinae, khususnya BTN Sambinae, Kelurahan Panggi, Manggemaci dan Monggonao.
Krisis serupa juga terjadi di Kecamatan Raba, yakni Kelurahan Rontu, Penanae dan Kendo yang mencakup tujuh lingkungan.
Kemudian di Kecamatan Asakota, wilayah terdampak berada di Kelurahan Melayu, Jatibaru dan Jatibaru Timur. Sedangkan di Kecamatan Rasanae Timur, kekeringan melanda Kelurahan Kodo.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, TRC secara rutin melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah lokasi terdampak setiap hari.
Penanganan tersebut dilakukan melalui sinergi lintas instansi, di antaranya BPBD, Dinas Sosial, Bagian Umum, PMI, BWS dan Polri. Dukungan juga datang dari Bank NTB dalam membantu penanganan krisis air bersih tersebut.
“Penyaluran ini bertujuan memastikan pasokan air untuk kebutuhan memasak dan domestik warga tetap terpenuhi, mengingat kita sedang berada di puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga November mendatang,” ujar Faruk.
BPBD mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan hemat. Imbauan tersebut dinilai penting karena debit air tanah di sejumlah wilayah Kota Bima dilaporkan mulai mengalami penyusutan secara signifikan.
Dengan jumlah warga terdampak yang terus bertambah, distribusi air bersih menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. (jr)






