kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memastikan belum memberikan dukungan pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengikuti ajang MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Oktober mendatang.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) KLU, Haris Nurdin mengatakan, dukungan terhadap UMKM pada ajang MotoGP sebelumnya menjadi agenda rutin pemerintah daerah.

Namun, untuk penyelenggaraan tahun ini, pihaknya tidak dapat memberikan dukungan seperti tahun-tahun sebelumnya. Kondisi keuangan daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam pengalokasian anggaran.
“Kalau MotoGP yang sekarang Oktober ini, kita belum bisa support teman-teman UMKM seperti biasanya. Ini sebenarnya kegiatan rutin setiap tahun, tetapi mungkin karena kondisi keuangan,” kata Haris, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, Diskoperindag KLU sebenarnya telah mengusulkan kembali kegiatan tersebut sejak awal. Bahkan, Dinas Pariwisata juga selama ini memiliki agenda serupa untuk membawa produk UMKM KLU ke ajang MotoGP.
Meski tidak mendapat dukungan anggaran dari pemerintah daerah, Haris menyebut terdapat sekitar dua hingga tiga UMKM asal KLU yang tetap berinisiatif mengikuti perhelatan MotoGP secara mandiri.
Keputusan tersebut, menurut Haris, menunjukkan bahwa pelaku UMKM mulai mampu melihat peluang ekonomi dari gelaran MotoGP. Mereka disebut telah memiliki perhitungan terhadap potensi omzet yang dapat diperoleh selama berlangsungnya perhelatan tersebut.
“Syukurlah teman-teman UMKM justru termotivasi untuk ikut mandiri. Mereka tentu sudah menghitung omzet yang bisa didapatkan selama perhelatan MotoGP,” ujarnya.
Haris menjelaskan, dukungan pemerintah pada tahun-tahun sebelumnya memungkinkan lebih banyak UMKM KLU mendapatkan ruang promosi dan berjualan di sekitar lokasi perhelatan. Biasanya, pemerintah daerah dapat mengambil sekitar tiga hingga lima booth.
Setiap booth kemudian dapat diisi dua hingga tiga UMKM. Dengan skema tersebut, sedikitnya sekitar 15 UMKM KLU berpotensi mendapatkan kesempatan mengikuti ajang MotoGP.
Karena itu, Haris berharap dukungan terhadap UMKM dapat kembali dialokasikan pada pelaksanaan MotoGP tahun depan. Menurutnya, keikutsertaan UMKM dalam ajang berskala internasional tersebut memberikan dampak ekonomi sekaligus membuka peluang promosi produk lokal.
“Insyaallah tahun depan tetap kita usulkan. Harapan kita tentunya harusnya kita mendapat support, karena bagaimanapun dampaknya bagi UMKM yang kita libatkan cukup besar,” katanya.
Haris menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan apakah tidak adanya dukungan tahun ini berkaitan langsung dengan kebijakan efisiensi anggaran. Namun, yang jelas, Diskoperindag KLU tetap mengusulkan dukungan untuk kegiatan tersebut sebagai agenda yang dinilai memiliki manfaat bagi pelaku UMKM.
“Kami tetap mengusulkan untuk kegiatan rutin itu,” tutupnya. (gii/*)






