Iqbal mundur dari perebutan Ketua KONI NTB, kini dorong Mohan Roliskana

Gubernur NTB Lalu Iqbal dan Walikota Mataram Mohan Roliskana (Foto PPID Mataram)
Gubernur NTB Lalu Iqbal dan Walikota Mataram Mohan Roliskana (Foto PPID Mataram)

kicknews.today – Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal memutuskan tidak melanjutkan langkahnya dalam perebutan kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB periode 2026–2030. Ia kini mendorong Wali Kota Mataram Mohan Roliskana untuk maju memimpin organisasi olahraga tersebut.

Keputusan itu disampaikan Iqbal dalam pertemuan bersama sejumlah ketua KONI kabupaten dan kota serta pimpinan cabang olahraga di Dapur Sasak, Mataram, Jumat malam (25/9/2026).

“Saya hadir bukan sebagai gubernur, tetapi sebagai rakyat NTB yang ingin olahraga di NTB terus mengalami peningkatan. Saya kira, semangat itu jugalah yang mendorong Bapak/Ibu semua untuk hadir malam ini,” kata Iqbal.

Iqbal sebelumnya mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua KONI NTB pada 14 Agustus 2026. Namun, Tim Penjaringan dan Penyaringan menyatakan Iqbal dan Ketua KONI NTB periode 2022–2026 Mori Hanafi sama-sama tidak memenuhi persyaratan pencalonan.

Iqbal dinyatakan tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki pengalaman memimpin KONI atau organisasi cabang olahraga sebagaimana ketentuan yang digunakan tim penjaringan. Sementara Mori tidak memenuhi batas minimal dukungan KONI kabupaten dan kota setelah ditemukan sejumlah dukungan ganda.

Baca juga: TPP ungkap alasan Gubernur Iqbal gagal jadi calon Ketua KONI NTB

Setelah melalui diskusi dan pertimbangan, Iqbal memastikan tidak akan kembali melanjutkan pencalonannya dalam proses pemilihan berikutnya.

“Setelah melalui perenungan dan diskusi, malam ini saya sampaikan kepada Bapak/Ibu semua bahwa saya memutuskan untuk tidak lagi meneruskan hajat untuk menjadi Ketua KONI NTB. Ini sebagai permakluman. Terima kasih atas bantuan Bapak/Ibu semua,” ujarnya.

Iqbal kemudian mengarahkan dukungannya kepada Mohan Roliskana. Menurutnya, KONI NTB membutuhkan figur yang memahami olahraga sekaligus memiliki pengalaman dalam organisasi KONI.

“KONI NTB ini butuh pemimpin yang paham soal olahraga, soal KONI, maka saya mendorong Pak Wali Kota sebagai calon Ketum KONI NTB,” kata Iqbal.

Mohan dinilai memiliki modal pengalaman karena pernah memimpin KONI Kota Mataram selama dua periode dan terlibat dalam kepengurusan sejumlah cabang olahraga.

“Beliau punya kapabilitas memajukan olahraga di NTB melalui KONI,” ujar Iqbal.

Iqbal juga meminta para pendukungnya tetap menjaga kekompakan dan mengawal proses pemilihan Ketua KONI NTB. Dukungan tersebut, menurutnya, harus diarahkan untuk memperkuat pembinaan atlet dan persiapan NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XXII pada 2028 bersama Nusa Tenggara Timur.

“Di sebelah saya ada sahabat baik saya, Pak Mohan. Kami tentu intens berdiskusi, saya kira banyak hal bisa selesai bersama beliau. Dan saya kira beliau dan Bapak/Ibu semua memahami apa yang saya maksud,” katanya.

Mohan menyatakan bersedia menerima dorongan untuk maju dalam pemilihan Ketua KONI NTB. Ia mengaku tidak menduga namanya akan didorong dalam pertemuan tersebut.

“Saya merasa dijebak, tiba-tiba disuruh maju. Namun karena ini amanah maka saya siap majukan olahraga di NTB,” kata Mohan.

Mohan meminta dinamika yang terjadi dalam proses pemilihan sebelumnya tidak menimbulkan perpecahan di kalangan insan olahraga.

“Bagi saya, dinamika itu bagian dari proses. Yang terpenting, setelah ini kita kembali bersama. Kita lupakan yang sudah lewat dan kita tatap masa depan olahraga NTB,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembahasan mengenai kepemimpinan KONI tidak semestinya berhenti pada kelompok pendukung masing-masing kandidat.

“Kita tidak boleh terjebak pada siapa mendukung siapa. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana olahraga NTB ke depan,” katanya.

Baca juga: Ketua KONI NTB jadi rebutan jelang PON 2028, ada bayang-bayang 2029

Musyawarah Olahraga Provinsi KONI NTB pada 30 Agustus 2026 sebelumnya tidak menghasilkan ketua baru karena seluruh bakal calon dinyatakan tidak memenuhi persyaratan. KONI Pusat kemudian mengambil alih proses tersebut dan merencanakan penunjukan tim caretaker.

Tim caretaker selanjutnya bertugas membentuk kembali tim penjaringan serta menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa untuk memilih Ketua KONI NTB periode 2026–2030.

Hingga kini, Mohan belum resmi ditetapkan sebagai calon Ketua KONI NTB. Pencalonannya tetap harus mengikuti mekanisme penjaringan dan persyaratan yang ditetapkan dalam proses pemilihan berikutnya. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

–

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI