kicknews.today – Kasus penyakit jantung yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju atau Tripat, Kabupaten Lombok Barat, menunjukkan peningkatan tajam. Kunjungan rawat jalan pasien jantung bertambah dari sekitar 1.700 kasus pada 2021 menjadi 3.996 kasus pada 2024 atau lebih dari dua kali lipat.
Peningkatan tersebut mendorong RSUD Tripat memperkuat pelayanan dengan membuka layanan intervensi nonbedah melalui fasilitas catheterization laboratory atau Cath Lab. Rumah sakit itu kini mulai melakukan tindakan pemasangan ring pada pasien yang mengalami penyumbatan pembuluh darah jantung.

Direktur RSUD Tripat, dr. H. Suriyadi, Sp.An., mengatakan jumlah kunjungan rawat jalan pasien jantung tercatat sebanyak 1.700 kasus pada 2021. Jumlahnya meningkat menjadi 2.096 kasus pada 2022 dan mencapai 3.996 kasus pada 2024.
Menurutnya, peningkatan kasus menjadi salah satu alasan RSUD Tripat mempercepat pengembangan layanan jantung agar pasien yang membutuhkan tindakan intervensi tidak selalu dirujuk ke luar daerah.
“Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memberikan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat, khususnya pasien jantung yang membutuhkan tindakan intervensi,” kata Suriyadi, Jumat (18/9/2026).
Pembukaan layanan Cath Lab ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama, serta pelaksanaan tindakan pemasangan ring jantung perdana.
Fasilitas Cath Lab yang digunakan RSUD Tripat diperoleh melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan. Melalui fasilitas tersebut, rumah sakit dapat melakukan pemeriksaan pembuluh darah serta tindakan intervensi koroner, termasuk pemasangan ring pada pembuluh darah jantung yang mengalami penyumbatan.
Pada tahap awal, tindakan pemasangan ring masih dilaksanakan dengan pendampingan tim dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta melalui program proctorship.
Dalam skema tersebut, dokter RSUD Tripat melakukan tindakan medis dengan pembinaan dan arahan dari dokter rumah sakit pengampu. Pendampingan dilakukan untuk memastikan seluruh tindakan memenuhi standar pelayanan dan keselamatan pasien.
Direktur Keuangan dan Barang Milik Negara RSJPD Harapan Kita, Tri Hartono Rianto, mengatakan timnya bertugas mendampingi tenaga medis RSUD Tripat selama pelaksanaan tindakan intervensi jantung.
“Kami hadir ke sini dalam rangka melakukan proctor atau pendampingan. Artinya, dokter di sini yang melakukan tindakan intervensi, sementara dokter kami melakukan pembinaan dan arahan,” katanya.
Tim pendamping tersebut terdiri atas dokter spesialis jantung dr. Arwin Saleh Mangku Anom, Sp.JP., serta dua perawat, yakni Eka Muliati, S.Kep., Ns. dan Shamsuddin Simon, A.Md.Kep.
Tri berharap pendampingan tersebut dapat meningkatkan kemampuan tenaga medis RSUD Tripat hingga mampu melakukan tindakan pemasangan ring secara mandiri.
“Harapannya, nanti dokter di sini sudah bisa mandiri melakukan tindakan sendiri sesuai standar medis,” ujarnya.
Dalam rangkaian pembukaan layanan tersebut, dua pasien mendapat penanganan langsung di Cath Lab RSUD Tripat. Salah satu keluarga pasien menyebut sebelumnya harus menunggu jadwal pelayanan di RSUP NTB, tetapi akhirnya dapat memperoleh tindakan lebih cepat di RSUD Tripat.
Pada tahap awal, layanan Cath Lab diprioritaskan untuk penanganan kegawatdaruratan jantung, terutama ST-elevation myocardial infarction atau STEMI. Kondisi tersebut terjadi akibat penyumbatan akut pada pembuluh darah koroner yang membutuhkan tindakan segera.
Manajemen RSUD Tripat menargetkan fasilitas tersebut nantinya dapat melayani tiga hingga lima pasien pemasangan ring setiap hari. Pelaksanaannya akan menyesuaikan kesiapan tenaga medis, hasil pemeriksaan, indikasi medis pasien, dan tahapan pengembangan layanan.
Dari sisi pembiayaan, RSUD Tripat masih menyelesaikan proses kredensialing agar layanan intervensi jantung dapat ditanggung melalui skema BPJS Kesehatan.
Biaya tindakan pemasangan ring diperkirakan berkisar Rp50 juta hingga Rp60 juta, bergantung pada kondisi pasien dan jumlah ring yang diperlukan. Selama proses kredensialing belum selesai, masyarakat perlu memastikan terlebih dahulu mekanisme pembiayaan kepada pihak rumah sakit.
Penjabat Sekretaris Daerah Lombok Barat, H. Saeful Ahkam Mahfuz, mengatakan pembukaan layanan tersebut menjadi langkah penting untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Sekarang masyarakat Lombok Barat tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit luar daerah karena di RSUD Tripat kini sudah bisa. Semoga dari pendampingan ini dokter spesialis jantung semakin kompeten dalam menangani pasien jantung dan cerebrovascular,” ujarnya.
Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan jejaring pelayanan jantung yang melibatkan sejumlah rumah sakit daerah di NTB. Jejaring itu diharapkan memperkuat sistem rujukan dan memperluas akses masyarakat terhadap tindakan intervensi jantung. (red.)






