kicknews.today — SMPN 7 Sape Satap Kabupaten Bima, NTB menggelar kegiatan pesantren kilat pada pekan terakhir Ramadan. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para siswa sebagai upaya memperkuat nilai keimanan, meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, serta menumbuhkan karakter berpikir kritis dan kolaboratif.
Kepala SMPN 7 Sape Satap, Dedi Iskandar, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari visi sekolah. Kegiatan ini juga sebagai bagian dari program tahunan sekolah dan dibuka secara resmi oleh Pengawas Dinas, Imam Mujadid, S.Pd.

“Tema yang kami angkat yaitu Bersama Al-Qur’an kita beriman, dengan ilmu kita berpikir kritis, dan dengan ukhuwah kita berkolaborasi. Tema ini selaras dengan visi sekolah yakni beriman, berpikir kritis, dan kolaborasi,” kata Dedi, Kamis (19/3/2026).
Dedi menjelaskan, Pesantren Kilat ini diikuti oleh 52 siswa dari total 75 siswa yang ada di sekolah. Berbagai lomba digelar untuk memeriahkan kegiatan, di antaranya lomba tartil Al-Qur’an, hafalan Juz 30, adzan, serta dai dan daiyah. Para peserta menunjukkan semangat dan kesungguhan dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Dedi mengapresiasi pelaksanaan Pesantren Kilat sebagai sarana pembinaan karakter siswa yang positif selama bulan Ramadan. Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia melibatkan dewan juri dari guru Pendidikan Agama Islam yang memiliki kemampuan fasih dalam membaca Al-Qur’an.
“Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang lomba diberikan piala, sertifikat, serta bingkisan berupa buku tulis. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi mereka,” ujar kepala sekolah kelahiran 1986 ini.
Dedi Iskandar juga menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan penerapan filosofi pendidikan Tut Wuri Handayani, di mana guru berperan memberikan dorongan dan motivasi dari belakang kepada siswa agar terus berkembang.
“Kami melihat siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Harapannya, kegiatan Pesantren Kilat ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter dan spiritual siswa,” tutupnya. (jr)


