kicknews.today – Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta untuk ekstra waspada terhadap modus penipuan telepon yang mengatasnamakan instansi pemerintah. Hal ini menyusul kejadian nahas yang menimpa Ida Ayu Made Reni, warga Kediri, Lombok Barat yang kehilangan uang puluhan juta rupiah pada Selasa (06/01/2026).
Kejadian bermula saat korban menerima telepon dari oknum yang mengaku sebagai petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) bernama Muhamad Fahri. Pelaku mengiming-imingi korban dengan bantuan lansia, namun memberikan syarat agar korban mentransfer uang sebesar Rp 10.000 sebagai biaya materai.

Setelah melakukan transfer awal melalui aplikasi perbankan (BRIMO), korban mendadak tidak bisa mengakses akunnya (gagal login). Dalam laporan transaksi, diketahui saldo korban telah dikuras melalui dua kali transfer ke rekening atas nama Muhamad Fahri dengan rincian Rp 49 juta dan Rp 36,9 juta. Total kerugian materi mencapai Rp 85,9 juta
Setelah melaporkan kejadian tersebut, pihak BRI telah mencatat pengaduan korban dengan nomor tiket TTB000092233052. Namun, dalam penjelasannya kepada nasabah, pihak perbankan tidak dapat menjanjikan bahwa uang yang telah ditransfer tersebut dapat kembali sepenuhnya. Proses penyelesaian akan dilakukan sesuai dengan jangka waktu dan prosedur pengaduan yang berlaku di bank.
Melalui kejadian pahit ini, korban berharap agar masyarakat lain lebih berhati-hati dan tidak ada lagi warga yang terjebak dalam lubang yang sama di kemudian hari.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat turut menegaskan pentingnya verifikasi informasi. Dalam sebuah rekaman wawancara, ditekankan bahwa pembangunan daerah dan penyaluran bantuan harus didukung oleh kondusivitas serta kewaspadaan masyarakat terhadap oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Tips Menghindari Penipuan Telepon:
Jangan Tergiur Iming-iming: Bantuan resmi pemerintah tidak pernah meminta biaya administrasi atau transfer uang di awal melalui telepon pribadi.
Rahasiakan Data Perbankan: Jangan pernah memberikan akses atau melakukan perintah transfer dari orang yang tidak dikenal meski mengaku sebagai petugas resmi.
Cek ke Kantor Desa: Selalu verifikasi setiap informasi bantuan ke kantor desa atau instansi terkait secara langsung. (gii/*)


