Waspada gelombang tinggi dan hujan disertai angin kencang di NTB

kicknews.today – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid-Lombok menyampaikan peringatan dini perihal potensi gelombang tinggi di beberapa bagian wilayah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) dari 3 sampai 4 September 2022.

Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini prakiraan hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang yang berpotensi terjadi di wilayah NTB selama dua hari ke depan.


Prakirawan di Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid-Lombok I Gusti Agung Angga dalam keterangan tertulis yang diterima di Praya, Lombok Tengah, Sabtu (3/9), BMKG memperkirakan potensi hujan disertai angin terjadi mulai tanggal 3-4 September wilayah NTB berpotensi terjadi hujan sedang yang disertai kilat.


Dengan demikian, masyarakat diimbau tetap waspada dan berhati-hati atas dampak bencana yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan air dan pohon tumbang.

“Warga diharapkan tetap waspada,” ingatnya.

BMKG juga menyatakan, potensi hujan tanggal 3 September di wilayah NTB diperkirakan terjadi di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima dan Kabupaten Dompu.

Selanjutnya, pada tanggal 4 September 2022, potensi hujan di wilayah NTB terjadi di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima dan Kabupaten Dompu.

“Rata-rata 10 kabupaten/kota di NTB berpotensi hujan,” katanya.

BMKG menyatakan, memasuki periode puncak musim kemarau 2022, masyarakat perlu mewaspadai akan terjadinya bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga suhu dingin yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Namun demikian, masyarakat juga tetap perlu mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem bersifat lokal seperti terjadinya angin kencang dan hujan yang terjadi secara tiba-tiba.

“Masyarakat juga dihimbau untuk dapat mengantisipasi terjadinya potensi kekeringan dengan membuat tampungan air terutama pada wilayah yang rentan,” katanya.

Gusti juga mengatakan, bahwa gelombang dengan tinggi hingga empat meter berpeluang menghampiri bagian wilayah perairan NTB.

Pada Sabtu pagi hingga Minggu pagi, tinggi gelombang di perairan Selat Alas bagian utara, perairan utara Sumbawa, dan Selat Sape bagian utara diprakirakan 0,5 meter sampai 1,25 meter.

Tinggi gelombang di perairan Selat Lombok bagian utara dan Selat Sape bagian selatan selama kurun itu diprakirakan 1,25 meter sampai 2,5 meter.

Sementara itu, gelombang di perairan Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Samudra Hindia selatan NTB tingginya diprakirakan 2,5 meter sampai empat meter.

Warga yang tinggal di daerah pesisir serta nelayan dan operator sarana transportasi laut diminta mewaspadai dampak gelombang tinggi di wilayah-wilayah perairan tersebut.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lombok Tengah M Kamrin mengimbau nelayan tidak melaut saat gelombang tinggi datang.

“Kami mengimbau para nelayan tetap waspada supaya tidak terjadi kecelakaan laut,” katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid-Lombok juga menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Mataram, Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, Kota Bima, Bima, dan Dompu. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI