Wagub NTB minta pendaki Rinjani tidak buang sampah sembarangan

kicknews.today – Persoalan sampah di kawasan puncak Gunung Rinjani mendapat sorotan berbagai pihak. Pasalnya, volume sampah yang dibuang sembarang oleh pendaki kini semakin menumpuk di gunung yang merupakan icon pulau Lombok itu.

Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah menyinggung soal tumpukan sampah di Gunung Rinjani. Menurutnya, Gunung Rinjani harus terjaga keindahannya dari sampah. Kesadaran para pendaki sangat diharapkan agar Rinjani bebas dari sampah.

Membuka Acara Inspiration Talk Dalam Rangka Mengkampanyekan Rinjani Zero Waste..

“Kepada para pendaki, ingat !. Jangan buah sampah sembarangan, mari kita nikmati keindahan seluruh wisata pendakian dengan menjaga kebersihannya,” tegas Wagub saat membuka acara inspiration talk dalam rangka mengkampanyekan Rinjani Zero Waste, Sabtu (13/8).

Pada momen itu, orang nomor dua di NTB juga melakukan penanaman bibir pohon di kaki Rinjani. “Investasi okesigen untuk generasi mendatang,” tulis Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB di laman media sosialnya.

Sebelumnya, Juru Kunci Gunung Rinjani, Haedi menyayangkan adanya tumpukan sampah akibat ulah oknum pendaki yang membuang sampah sembarangan. Menurutnya, perbuatan seperti ini sangat disesalkan mengingat Gunung Rinjani dianggap sebagai tempat sakral dan harus dijaga sejak zaman leluhur.

“Gunung Rinjani bukan sekadar tempat wisata, tapi juga memiliki nilai sakral yang perlu dijaga. Jadi, jangan heran ketika alam murka atas ulah tangan manusia,” sesal Haedi ditemui di kediamannya, Minggu malam lalu (7/8).

Alam gunung menurutnya, sama halnya dengan makhluk lain seperti manusia dan jin yang diciptakan oleh Allah SWT. Bila diganggu ataupun tidak dijaga kelestariannya suatu waktu bisa murka.

“Jangan kira gunung tidak bisa marah,” katanya.

Wajah Rinjani saat ini menurutnya, sangat miris. Tumpukan sampah dengan jumlah banyak hampir ditemukan di setiap tebing di jalur pendakian.

Tumpukan sampah tersebut bukan tidak bisa dibersihkan dengan bakti sosial. Bahkan komunitas adat sudah berulang kali bergotong-royong mengangkut sampah-sampah menggunakan karung.

“Masalahnya, tumpukan sampah ini tidak bisa dibersihkan dengan alat manual, harus pakai alat berat kalau bisa,” katanya.

Haedi berharap sejumlah pihak berperan dalam mengatasi persoalan sampah di Gunung Rinjani. Paling tidak dibuatkan regulasi agar para pendaki tidak lagi membuang sampah sembarangan.

“Kami sudah sering kali bersurat, tapi tidak pernah digubris. Bahkan keberadaan kami terkesan tidak diakui dan tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan apapun yang berhubungan dengan Rinjani,” sesalnya. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI