in

Video: Warga Protes Soal Limbah Medis RS Cahaya Medika Praya yang Meluap

RS Cahaya Medika Praya

kicknews.today – Puluhan warga Lingkungan Wakan, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah kembali melakukan aksi demo di Rumah Sakit Cahaya Medika (RSCM) setempat, Minggu (7/2) pukul 10.00 wita.

Aksi itu guna untuk memprotes limbah cair yang menimbulkan bau yang menyegat dan meluap saat terjadi hujan belakangan ini.

Warga menutup jalan pintu masuk RSCM dengan daun ranting dan bambu sebagai bentuk kecewa atas sikap pihak rumah sakit yang dikatakan tidak pernah menepati janjinya kepada warga.

Faozan sebagai perwakilan warga mengatakan, masyarakat menuntut supaya limbah dari Rumah sakit tersebut tidak bau dan tidak masuk ke halaman rumah warga. Karena persoalan limbah itu telah lama dikeluhkan warga, namun pihak rumah sakit berjanji akan memperbaiki dan melakukan sterilisasi.

“Fakta saat ini limbah sangat bau dan menganggu warga. Kami tidak mau tahu persoalan teknis. Kami menuntut limbah ini tidak bau,” ujarnya dalam orasinya.

Warga lain Faturahman mengatakan, warga hanya menuntut supaya pesoalan limbah tersebut diselesaikan, karena hampir setiap tahun menimbulkan persoalan. Kalau tidak, pihaknya mendesak Rumah Sakit itu ditutup. Karena awal lokasi pembangun itu dulu adalah ruko, kemudian dijadikan klinik dan sekarang telah menjadi Rumah Sakit.

“Kami juga pertanyakan seperti apa izin Amdal, Izin Lalin dan izin lainnya. Kami minta Pemerintah Daerah melakukan evaluasi keberadaan Rumah Sakit ini,” katanya.

Direktur RSCM Praya, dr Philip Habib yang menemui warga mengatakan, apa yang dikeluhkan warga tersebut terjadi karena hujan yang lebat, sehingga limbah tersebut meluap. Namun, air yang keluar tersebut telah steril atau bebas dari bakteri.

“Izin limbah atau Amdal itu tetap ada. Karena itu salah satu syarat mendirikan bangunan,” katanya.

Untuk terkait solusi pengelolaan limbah tersebut, pihaknya telah membuat tambahan penampungan limbah dengan kapasitas empat kali lipat dari kapasitas limbah sebelumnya. Namun, saat ini dalam proses pembelian dan dirinya juga akan melakukan penyedotan terhadap limbah yang dikeluhkan warga tersebut.

“Kita telah membuat tambahan Ipal dan prosesnya sekitar 6 Bulan. Limbah yang ada saat ini kami akan sedot untuk solusi jangka pendek,” pungkasnya. (Ade)

Berikut Videonya:

Editor: Dani

Laporkan Konten