kicknews.today – Tumpi, makanan olahan ikan khas suku Bugis Bajo yang begitu legendaris. Tumpi ini tergolong istimewa, karena dibuat hanya ketika maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pulau Maringkik, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Istimewanya lagi, Tumpi ini hanya ada di Pulau Maringkik. Di tempat lain di wilayah NTB tidak bakal ditemui.

Tumpi dibuat dari ikan dicampur kelapa, kunyit, bawang putih, bawang merah, dan bumbu lainnya. Jajan satu ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi tamu pendatang ketika menjelang Maulid Nabi di Pulau Maringkik.
Naima, 64 tahun warga Pulau Maringkik mengatakan, Tumpi bisa dibuat dengan bahan ikan jenis apa saja, sesuai selera. Ikan tersebut ditumbuk agar mudah dibentuk segi tiga, dibungkus pakai daun pisang sebelum digoreng beberapa menit untuk kemudian dihidangkan.
Naima mengaku, banyak sekali orang dari luar datang ke Pulau Maringkik hanya untuk mencicipi Tumpi saat Maulid Nabi.
“Tumpi ini menjadi makanan khas turun-temurun dari nenek moyang suku Bugis Bajo sampai hingga saat ini,” kata Naima.
Hal senada juga disampaikan Gennep, 71 tahun. Sesepuh Pulau Maringkik ini mengatakan, Tumpi adalah makanan khas yang tak bisa tergerus zaman dengan aneka makanan modern. Tumpi selalu dicari orang yang datang ke Pulau Maringkik sewaktu maulid Nabi.
“Orang ramai datang ke Pulau Maringkik hanya ingin mencicipi Tumpi si segitiga itu. Apalagi besok maulid Nabi Muhammad Saw di sini, yang pertama kali dicicipi tamu ialah Tumpi,” ujarnya, Sabtu (22/10). (cit)


