in

Tips aman berpuasa bagi penderita Diabetes

Oleh: dr. Yuni Rahmawati, Sp.PD

Berpuasa di bulan Ramadhan wajib hukumnya untuk umat muslim. Disamping itu dengan berpuasa juga dapat memberikan manfaat untuk kesehatan. Namun bagaimana dengan orang-orang yang memiliki penyakit menyertai? Diabetes melitus misalnya.

Pasien diabetes yang akan menjalani puasa Ramadhan memiliki berbagai resiko yang tidak diinginkan, seperti dehidrasi, hipoglikemi atau kekurangan gula darah dan hiperglikemi atau kenaikan gula darah

Meski demikian, sebagian besar pasien diabetes tentunya tetap ingin menjalankan puasa Ramadhan walau beresiko. Oleh karena itu penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau dokter spesialis penyakit dalam untuk mengetahui rekomendasi khusus yang dianjurkan untuk para penderita diabetes agar tetap dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Berikut tips yang disarankan oleh dr Yuni Rahmawati, seorang dokter spesialis penyakit dalam di Mataram.

A. Melakukan penyesuaian nutrisi & cairan

  • Komposisi nutrisi terdiri dari karbohidrat 40-50%, protein 20-30%, lemak 30-35%, dan asupan serat yang cukup dari buah dan sayur.
  •  Minum air putih yang cukup dan disesuaikan dengan kondisi ginjal dan jantung pasien
  • Makan sahur seakhir mungkin sebelum puasa
  •  Hindari makanan dan minuman yang mengandung gula saat berbuka
  •  Hindari minuman berkafein seperti kopi

B. Melakukan penyesuaian aktivitas fisik

  •  Aktivitas fisik yang rutin dilakukan dapat diteruskan selama Ramadhan
  • Olahraga ringan- sedang dapat dilakukan pagi hari atau setelah berbuka
  • Sholat tarawih termasuk olahraga
  • Hindari olahraga berat sebelum buka puasa

C. Rutin Memantau gula darah
Pemantauan gula darah mandiri 7 titik, yaitu sebelum sahur, pagi hari, siang hari, sore hari, sebelum berbuka, 2 jam sesudah berbuka, saat mau tidur, dan kapanpun saat merasa ada keluhan.

D. Tahu kapan harus membatalkan puasa, yaitu apabila:

  • Mengalami penurunan gula darah atau hipoglikemia, yaitu bila gula darah 300 mg/dl
  • Mengalami dehidrasi
  • Tubuh terasa lemah

Selain saran yang telah disebutkan, ada baiknya jika pasien dengan penyakit diabetes melitus melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus melakukan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam yang merawat 1-2 bulan sebelum bulan puasa.

Demikian saran dari dr Yuni Rahmawati Sp PD, semoga bermanfaat.

Editor: Awen

Laporkan Konten