kicknews.today – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) berencana kembali menggelar bursa kerja atau job fair pada tahun 2026 sebagai langkah konkret menekan angka pengangguran. Kegiatan ini merupakan instruksi langsung Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, yang menargetkan pelaksanaan job fair minimal dua kali dalam setahun.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) KLU, Evi Winarmi, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan langsung ke sejumlah perusahaan untuk memetakan potensi lowongan kerja yang tersedia. Pendataan tersebut dilakukan di wilayah daratan maupun kawasan pariwisata, termasuk kawasan Gili.

“Dua hari lalu teman-teman turun ke Gili untuk melihat kira-kira mana lowongan kerja yang bisa ditetapkan dan berapa jumlahnya. Kemarin juga sudah dilakukan pendataan di wilayah darat, termasuk menghubungi kantor-kantor yang ada di Mataram,” ujar Evi, Jumat (06/02/2026).
Tahap pertama job fair direncanakan berlangsung pada Mei 2026. Waktu tersebut dipilih karena bertepatan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, sehingga kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor, khususnya pariwisata, diperkirakan mengalami peningkatan.
Terkait lokasi pelaksanaan, Evi menyebut masih dalam tahap pertimbangan antara Balai Latihan Kerja (BLK) atau kawasan perkantoran di wilayah Tanjung maupun Gangga.
“Yang jelas lokasinya di Tanjung atau Gangga. Kami akan melihat mana yang paling representatif. Tahun lalu di kantor dinas cukup sukses karena masyarakat sudah familiar dengan lokasinya,” tuturnya.
Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, sektor perhotelan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Lombok Utara. Namun demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah kesesuaian antara kualifikasi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.
“Setidaknya bursa kerja ini menjadi fasilitator. Harapan kami penyerapan tenaga kerja tahun ini lebih optimal dan signifikan menurunkan angka pengangguran. Ini juga menjadi tantangan bagi kami untuk terus meningkatkan kompetensi pencari kerja agar sesuai dengan spesifikasi perusahaan,” jelas Evi.
Selain penempatan kerja di dalam daerah, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga membuka peluang magang ke luar negeri. Namun, untuk sektor tertentu seperti tenaga kesehatan, peluang tersebut masih terkendala minat. Pasalnya, sebagian besar tenaga medis lokal lebih memilih bekerja di fasilitas kesehatan daerah.
“Banyak peluang magang ke luar negeri dari sektor kesehatan, tetapi teman-teman nakes sepertinya lebih nyaman bekerja di sini,” tutupnya. (gii/*)


