kicknews.today – Sejumlah warga di Kecamatan Bolo dan Madapangga Kabupaten Bima mengeluhkan kualitas beras bantuan dari Bulog yang diduga sudah berkutu. Temuan tersebut pertama kali diketahui saat warga membuka kemasan beras yang baru diterima dan mendapati adanya serangga kecil serta bau apek.
Kepala Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bima, Alfan Ghazali tidak menampik temuan beras tak layak konsumsi tersebut. Menurut Alfan, kondisi beras tersebut terjadi akibat kelalaian dalam proses penyaluran, khususnya karena keterlambatan distribusi ke masyarakat.
“Sebenarnya beras itu stok penyaluran bulan November 2025. Beras yang seharusnya segera didistribusikan justru tertahan karena menunggu paket minyak goreng, sehingga kualitasnya menurun,” jelas Alfan pada Rabu (17/12/2025).
Alfan mengakui, temuan beras berkutu tersebut terjadi Senin 15 Desember 2025. Saat itu Bulog membawa 15 truk beras untuk disalurkan ke Bolo dan Madapangga. Temuan itu terjadi pada saat penyaluran 3 truk pertama.
“Beras bantuan itu sudah dilakukan pengecekan 4 hari sebelum disalurkan. Kemungkinan yang diperiksa bagian luar, sehingga petugas gak sadar bagian dalamnya sudah terserang hama,” jelasnya.
Alfan menegaskan, Bulog sudah melakukan penarikan dan penggantian beras yang terbukti rusak. Begitu juga dengan beras 12 truk yang belum disalurkan ditarik kembali dan melakukan pengecekan ulang terhadap stok di gudang untuk mencegah kejadian serupa. Selain itu, percepatan penyaluran akan dilakukan agar kualitas beras tetap terjaga.
“Bantuan beras kami ganti yang baru dan memastikan beras sampai ke masyarakat tepat waktu. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami,” tambahnya.
Masyarakat diimbau untuk segera melapor apabila menemukan beras bantuan yang tidak layak konsumsi. Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga mutu beras dan memastikan bantuan pangan diterima masyarakat dalam kondisi baik. (jr)


