kicknews.today – Kinerja Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur disoroti oleh Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Lombok Timur. Menurut mereka, kinerja BPPD Lombok Timur jalan di tempat dan tidak punya terobosan memajukan pariwisata kecuali melakukan penguatan dan kepentingan internal saja dan terkesan cuma menghabiskan anggaran.
Menaggapi hal tersebut, Anggota Tim Monev dan Akselerasi KEK Pariwisata Kemenparekraf RI, Taufan Rahmadi menyatakan agar semua pihak bisa lebih bijak melihat dan menilai dari berbagai macam perspektif.

“Di dalam memberi penilaian terhadap apapun tidak boleh subjektif tetapi basisnya adalah data. Saran saya pertama tingal dijelaskan saja kalau selama ini apa yang menjadi indikator-indikator kinerja Badan Promosi Pariwisata Daerah di Lombok Timur,” kata Taufan di Mataram, Selasa (17/1).
Misalnya kata dia, tugas dari BPPD itu memastikan koordinasi antar Asosiasi yang ada di daerah itu. Di situ dapat dilihat seberapa jauh BPPD Lombok Timur mampu mengakomodir, mampu berkomunikasi dan mampu menjadi jembatan antar Asosiasi Pariwisata yang ada di Lombok Timur.
Yang kedua lanjut Taufan, dilihat juga kinerja branding pariwisata yang dilakukan di Lombok Timur. Bagaiamana keberhasilan-keberhasilan BPPD Lombok Timur dalam menginisiasi keberhasilan-keberhasilan Desa-Desa dan destnasi wisata yang ada di Lombok Timur.
Lalu yang ketiga menurutnya, lihat juga dari data-data statistik bagaimana BPPD Lombok Timur mampu survive sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Yang tadi misalnya minus atau sekian kunjungan. Sekarang sudah perlahan-lahan naik seiring dengan kondisi pariwisata global atau seiring dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang melonggarkan kunjungan itu,” ujarnya.
Baru yang terakhir terang dia ialah bicara tentang kondisi anggaran. Berapa besar Anggaran BPPD Lombok Timur dengan tanggungjawab dan target yang diberikan. Bagaimana anggaran ini secara aktual terimplementasi.
“Dilihat saja, dilaporkan saja mengenai apa-apa yag sudah dikerjakan. Nanti tentu terlihat bahwa dengan segala keterbatasan yang ada di BPPD Lombok Timur justru membuat pengurusnya tidak menyerah dan melakukan inovasi,” jelasnya.
Berita Sebelumnya:
“Saya masih ingat ketika saya diundang pada acara kerjasama BPPD Lombok Timur dengan salah satu universitas ternama. Saya pikir inovasi kerjasama dengan Universitas itu adalah bentuk terobosan. Karena tidak mudah untuk bisa menggandeng pihak luar untuk sama-sama berpikir di dalam memajukan pariwisata dengan program-program yang disinergikan. Itu menurut saya kita patut mengapresiasi,” pungkasnya.
Taufan mengajak semua steakholder dan seluruh masyarakat di Lombok Timur untuk bersama-sama memajukan pariwisata.
“Mari kita sama-sama memajukan pariwisata Lombok Timur. Lombok Timur itu dengan kekuatan destinasinya sudah jangan ditanyakan lagi. Tunjukan dengan karya dan kebersamaan. Saya yakin Pariwisata Lombok Timur akan maju,”
Ditambahkan dia, kalau ada yang masih mengkritik atau tidak puas, itu merupakan hal biasa dalam dinamika organisasi. Itu menurutnya menunjukan bentuk kepedulian terhadap kerja pariwisata yang dilakukan.
“Kita sama-sama ingin berkiprah dalam kemajuan dunia pariwsata itu. Mari kita duduk sama-sama dan menggemakan pariwisata Lombok Timur mempesona di seluruh Indonesia,” tutupnya. (red.)


