kicknews.today – Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar mengapresiasi langkah Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam menginisiasi program Desa Berdaya sebagai upaya mendorong pemberdayaan masyarakat desa dan menekan angka kemiskinan.
Menurut Najmul, penggerakan Desa Berdaya harus dibarengi dengan pemberian fasilitas pemberdayaan serta program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat desa. Ia menekankan, target penurunan angka kemiskinan yang dicanangkan Gubernur NTB perlu disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masing-masing kabupaten.

“Target menurunkan angka kemiskinan tentu harus relevan dengan kondisi daerah. Desa Berdaya harus diarahkan sesuai permasalahan utama di kabupaten masing-masing,” ujar Najmul, Rabu (24/12/2025).
Dia menjelaskan, tingginya angka kemiskinan di Lombok Utara salah satunya disebabkan oleh sektor perumahan. Banyak rumah warga yang rusak akibat gempa bumi beberapa tahun lalu dan hingga kini belum sepenuhnya diperbaiki. Padahal, kualitas hunian merupakan salah satu indikator utama dalam penghitungan angka kemiskinan.
“Salah satu indikator kemiskinan kita adalah kualitas hunian. Jika ingin mengintervensi kemiskinan di Lombok Utara, maka intervensi perumahan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Najmul meyakini, apabila rumah-rumah warga dapat dibangun kembali secara layak, angka kemiskinan akan terus menurun. Selain itu, masyarakat akan merasa lebih tenang dan fokus dalam bekerja serta mengembangkan usaha karena memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa program Desa Berdaya juga harus menyesuaikan dengan karakteristik wilayah. Lombok Utara, kata dia, memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Berbagai komoditas unggulan seperti durian, kopi, dan cengkeh dapat dimaksimalkan melalui program pemberdayaan desa.
“Lombok Utara adalah penghasil durian, kopi, dan cengkeh. Selain itu, sekarang kurma telah menjadi ikon daerah kita,” jelasnya.
Bahkan, Najmul menyebutkan bahwa kurma Lombok Utara telah diakui sebagai salah satu kurma terbaik di dunia. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, ia berencana bertemu langsung dengan Menteri Pertanian.
“Saya sudah meminta Kadis Pertanian dan Kepala Bappeda untuk menjadwalkan pertemuan dengan Menteri Pertanian. Kurma ini memiliki potensi besar dan membutuhkan dukungan program yang signifikan,” ungkapnya.
Dia berharap, ke depan Lombok Utara tidak hanya dikenal sebagai daerah tujuan pariwisata, tetapi juga sebagai sentra pertanian unggulan, dengan kurma sebagai salah satu simbol kebanggaan daerah.
“Insya Allah, dengan sinergi program Desa Berdaya dan dukungan pemerintah pusat, Lombok Utara bisa tumbuh lebih seimbang antara pariwisata dan pertanian,” tutupnya. (gii/*)


