kicknews.today- Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima mencatat 20 kasus HIV di tahun 2022. Tiga orang diantaranya merupakan satu keluarga.
Kepala Dikes Kota Bima, Ahmad S Sos mengatakan, mereka merupakan sepasang suami istri dan bersama satu orang anaknya yang masih berusia 4 tahun. Bapaknya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara istri pekerja swasta di salah satu perusahaan di daerah setempat.

Satu keluarga ini pertama kali ditemukan terpapar HIV pada awal Januari 2022. Bermula ketika sang istri dalam kondisi hamil, sehingga dilakukan skrining kesehatan oleh Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Kecamatan Mpuda.
“Dari hasil skrining baru mengetahui dia terjangkit HIV dengan gejala stadium I,” terangnya.
Selanjutnya dilakukan penelusuran dan mendeteksi kasus terhadap keluarganya. Alhasil, kasus yang sama juga ditemukan pada sang suami dan anaknya yang masih berusia 4 tahun.
“Mereka sama-sama gejala HIV dengan stadium I. Alhamdulillah, mereka cepat ditemukan dan terapi antiretroviral oleh dokter,” katanya.
Terapi ini kata Ahmad, tidak bisa menyembuhkan, hanya membantu pengidap hidup lebih lama dan lebih sehat. Artinya, mereka akan menjalani terapi hingga seumur hidup.
“Mereka juga harus rutin minum obat,” sebutnya.
Pasien ibu hamil tersebut kemudian melahirkan dalam kondisi aman dan lancar. Sementara bayi yang dilahirkan negatif HIV.
“Kami juga kaget saat tahu hasilnya. Agar tidak terjangkit HIV, disarankan agar bayinya tidak boleh diberikan Air Susu Ibu (ASI). Karena itu cukup berpotensi terjadi penularan virus HIV dari sang ibunya,” pungkasnya. (jr)


