Sejumlah destinasi wisata di Lombok Timur marak Pungli

kicknews.today – Praktek pungutan liar (Pungli) di sejumlah tempat wisata di Lombok Timur mulai marak. Kondisi itu membuat para wisatawan tidak nyaman. Salah satunya, tempat wisata di wilayah Kecamatan Labuhan Haji.

“Karcis masuk yang biasanya Rp3 ribu, tapi diminta Rp5 ribu per orang,” sesal salah pengunjung yang enggan menyebutkan namanya.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Timur, Widayat tidak memungkiri adanya praktik Pungli di tempat wisata Lombok Timur. Pasalnya, beberapa tempat wisata yang belum dilengkapi syarat administrasi yang jelas.

“Obyek wisata setidaknya harus memenuhi syarat seperti payung hukumnya jelas, struktur pengurusnya, hingga setornya jelas. Di luar daripada itu bisa dikatakan pungli,” ungkap Widayat, Sabtu (13/8).

Praktek pungli menurutnya tentu akan meresahkan dan membuat wisatawan tidak nyaman. Pihaknya perlu berkoordinasi dengan kepolisian untuk membantu menyetop pungli di semua destinasi yang tidak mengantongi payung hukum.

“Kalau nggak ada tiket, masuk aja tidak ada masalah. Berbeda lagi jika ada pungutan, tapi tidak diberikan tiket, itu berarti pungli,” ujarnya.

Ia berpesan kepada seluruh pengelola destinasi untuk mengurus ijin dan melengkapi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk menghindari penindakan dari aparat penegak hukum.

“Pengelola wisata harus melaporkan tiketnya kepada Bapenda. Pemerintah Desa juga boleh melakukan pencetakan tiket sendiri akan tetapi harus diserahkan ke Bapenda untuk dikorporasi,” ucapnya.

Sementara dari data di Dispar Lombok Timur, lebih dari seratus destinasi yang ada di Lombok Timur. Tiga belas destinasi diantaranya dikelola oleh Dinas Pariwisata dengan regulasi jelas dan standar harga tiket masuk sudah ditetapkan serta menjadi bagian Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tarif setiap destinasi yang kita kelola itu jelas. Mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000. Lebih dari itu Pungli,” jelasnya.

Di tempat terpisah, salah satu pengelola wisata di Tete Batu, Kecamatan Sikur, Kusuma Adnan yang akrab dipanggil Uncle mengatakan, berbagai keluhan pengunjung ketika mengunjungi wisata di Lombok Timur. Terkadang mereka harus membayar double antara tiket parkir, tiket masuk dengan tarif yang lebih tinggi.

“Itu kebanyakan di wisata pantai. Mungkin itu ulah oknum ingin mencari keuntungan, karena pada dasarnya wisatawan hanya cukup bayar satu kali. Kalau lebih itu Pungli,” ungkapnya. (cit) 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI