in

Video: Rudat seni para pendekar Sasak yang menyamar

kicknews.today – Tari rudat tidak sepenuhnya merupakan gerakan gemulai tanpa makna, namun lebih pada posisi-posisi tempur bagi para pendekar Sasak yang menekuni kesenian ini.

Jauh di abad ke 15 silam, tari rudat sudah tersohor sebagai bagian dari tradisi pertunjukan masyarakat Sasak di Lombok. Tarian ini dikatakan berasal dari Turki ketika kesultanan Otoman masih menguasai sepertiga belahan bumi, seiring dengan penyebaran agama islam kala itu.

Dalam perkembangannya di masa penjajahan ketika seni bela diri dilarang, rudat merupakan alternatif masyarakat pribumi untuk kamuflase dalam mempelejari jurus-jurus mematikan sebagai bagian dari upaya perjuangan menjadi bangsa yang merdeka.

Hal ini dibenarkan oleh Dr. Jumadil yang merupakan pembina rudat tempur Montong Buwuh Lombok Barat. Menurutnya, para penari rudat sejatinya ialah para pendekar yang berkamuflase dengan tarian-tarian indah. Sehingga dengan begitu, para penjajah tidak menaruh curiga akan gerakan orang-orang Sasak yang sedang mempersiapkan diri untuk bertempur.

“Rudat ini bentuk penyamaran. Dulu belajar pencak silat sempat dilarang. Dengan rudat, orang-orang yang belajar silat tidak begitu tampak karena begitu dilakukan pengecekan, yang terlihat hanya orang-orang sedang menari,” jelasnya.

Nantikan penelusuran tim kicknews.today mendalami tentang Rudat Tempur Pencak Sasak selanjutnya. (red.)

Editor: Awen

Laporkan Konten