in

Sekolah Pedalangan Sasak Desa Dasan Geria gelar Bekembayun bareng Budayawan Sasak

Bekembayun di Desa Dasan Geria Lombok Barat

kicknews.today – Sekolah Pedalangan Sasak di Desa Dasan Geria Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat menggelar upacara adat Bekembayun atau melantunkan tembang Sasak bersama seluruh Budayawan dari berbagai daerah di Pulau Lombok.

Kegiatan Bekembayun digelar bersama para Budayawan Sasak dari Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Kota Mataram dan Lombok Utara di Padepokan Seni dan Budaya ‘Liin Siir’ Desa Dasan Geria, Kamis (1/7).

Sekertaris Padepokan Liin Siir Desa Dasan Geria Putradi mengatakan, acara Berkembayun sengaja digelar setiap minggu untuk menghidupkan kembali budaya Sasak yang hampir dilupakan oleh sebagian warga suku Sasak di Pulau Lombok.

“Kita memang di Sekolah Pedalangan Sasak sengaja memberikan pendidikan kebudayaan Sasak. Seperti aksara Sasak, Bekembayun, Pedalangan dan belajar pengetahuan umum lainnya,” kata Putradi.

Sekolah Pedalangan Sasak yang dibangun di Padepokan Liin Siir Desa Dasan Geria kata dia, sengaja dibangun untuk melestarikan Budaya Sasak di Pulau Lombok.

Kegiatan Sekolah Pedalangan Sasak digelar setiap hari Rabu dan Kamis tepat pukul 14:00 WITA.

“Biasanya pada pembukaan seperti Bekembayun. Ada tembang sasak. Bekarah. Ngaji sasak,” kata Putradi.

Sebelumnya kata dia, Padepokan Liin Siir Desa Dasan Geria didirikan usai gempabumi yang melanda Lombok tahun 2018 silam. Namun, untuk sekolah Pedalangan Sasak Desa Dasan Geria cetus Putradi didirikan sebelum gempa Lombok.

“Sudah lama sih didirikan. Tapi lokasi Padepokan Liin Siir kita bangun usai gempa 2018. Di sini juga kita akan undang semua budayawan secara terbuka untuk ikut berpartisipasi,” katanya

Hal itu sengaja dilakukan tak lain untuk menghidupkan kembali seluruh budaya Sasak yang secara perlahan hilang di tengah masyarakat.

“Memang seluruh rangkaian acara ini mengajarkan kita agar budaya sasak tidak mati. Inisiatif ini lahir memang dari para Budayawan di Desa Dasan Geria untuk menghidupkan itu kembali,” katanya.

Sejauh ini kata Putradi, seluruh anggota yang ikut dalam Padepokan Liin Siir Desa Dasan Geria telah merangkul banyak partisipan. Baik dari kalangan remaja, muda, orang tua dan para kiyai.

Ke depan nukil Putradi, Sekolah Pedalangan Sasak akan melakukan seluruh kegiatan yang mampu menghidupkan kembali seluruh adat budaya Sasak. Baik Aksara Sasak, Kembayun, Sastra dan budaya sasak lainnya.

Ikut dalam kegiatan Bekembayun di Padepokan Liin Siir Desa Dasan Geria, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama NTB, Dr. Baiq Mulianah mengaku senang dengan adanya kegiatan Sekolah Pedalangan Sasak Desa Dasan Geria.

Selama ini kata Mulianah, masyarakat banyak belajar adat dan adab kehidupan melalui beberapa tradisi yang ada di suku Sasak.

UNU NTB sendiri kata Mulianah, didirikan sebagai kampus peradaban bangsa di Pulau Lombok dan NTB pada umumnya.

“Jadi, dasar segala sesuatu itu adalah bacalah. Menjadi dasar orang berilmu itu maka lahirlah adat, berkebudayaan maka lahirlah peradaban,” katanya.

Melalui berbagai macam budaya Sasak, UNU NTB akan mendukung penyatuan ilmu, agama dan peradaban budaya.

“Kami siap menjadi laboratorium kebudayaan di NTB. Khususnya kebudayaan Sasak. Kami, akan kolaborasi dengan semua budayawan yang ada di Lombok khususnya,” tegas Mulianah.

UNU NTB pun sepakat kata Mulianah, akan mendukung segala bentuk aktivitas kebudayaan Suku Sasak.

“Jadi kami harus diseriusi, nanti apa pun keperluan baik sumberdaya dan sumber dana kami siap membantu. Segala fasilitasi, kampus UNU NTB saya siap membantu. Baik panggung dan lainnya,” pungkasnya. (vik)

Editor: Dani

Laporkan Konten