in

Menguak misteri kayu Sulaiman yang hidup cuma di kawasan Gunung Rinjani

Kayu Sulaiman

kicknews.today – Gunung Rinjani menyimpan banyak misteri, salah satunya ialah tentang tuah dari kayu Sulaiman yang tersohor. Konon kayu Sulaiman hanya hidup di kawasan Gunung Rinjani. Tepatnya di gunung Sulaiman, yang merupakan bagian dari bukit-bukit yang menaungi Gunung Rinjani.

Kayu Sulaiman sendiri oleh masyarakat suku Sasak di Lombok dianggap punya banyak manfaat. Utamanya sebagai penangkal ilmu hitam dan pengobatan dari segala macam penyakit. Bahkan ‘selak’ atau ‘leak’ (sejenis siluman) jika dipukuli dengan kayu Sulaiman akan langsung tersungkur.

Dahulu setiap rumah orang Sasak di Lombok menyimpan paling tidak sebatang kayu Sulaiman sebagai penolak ilmu-ilmu hitam atupun sebagai senjata dan tongkat. Disamping sebagai pengingat atas kehebatan Nabi Sulaiman yang dikenal menguasai segala jenis mahluk.

Namun begitu, tidak mudah mendapatkan kayu Sulaiman. Karena tempat hidupnya yang khusus di Gunung Sulaiman yang kontur tanahnya sangat berbeda dengan bukit-bukit di sekitarnya. Gunung Sulaiman merupakan bukit cadas berbatu yang dihuni oleh ular-ular berbisa sebagai penunggunya.

Inilah juga yang menyebabkan kayu Sulaiman nyaris tidak pernah didapati lurus. Karena konon sedari muda, pohon Sulaiman dililit-lilit oleh ular penunggu gunung. Pohon Sulaiman-pun tergolong unik karena mampu hidup diantara bebatuan cadas. Bahkan ada yang benar-benar hidup di atas batu.

“Gunung Sulaiman itu sekitar dua jam perjalanan dari tempat kita sekarang di Sembalun Bumbung,” kata Haedi yang merupakan Pemangku Muda Gunung Rinjani saat ditemui kicknews.today pekan lalu.

Menurutnya, yang tumbuh di luar gunung Sulaiman itu bukanlah kayu Sulaiman walau bisa jadi jenis tanamannya sama. Tetapi energinya secara ghaib boleh jadi tidak seperti yang tumbuh di Gunung Sulaiman.

Lalu apakah betul kayu Sulaiman adalah jenis kayu yang digunakan Nabi Sulaiman dalam membuat tongkat?

Hal ini dikatakan Haedi harus ditilik dari kacamata ghaib. Karena hidup terdiri dari dua aspek dasar yakni zahir dan ghaib.

“Tidak mungkin orang tua kita dahulu asal-asalan memberi nama. Kalau orang tua kita memberi nama Gunung Sulaiman, ya sudah, siapa yang punya Sulaiman, Dialah yang punya. Lalu kalau ada pertanyaan masak Nabi pernah ke sini? ya terserah itu urusan Tuhan dan kehidupan,” ulasnya.

Tetapi pada intinya menurut dia, orang tua Lombok tidak mungkin asal-asalan. Misalnya ada yang disimpan di Rinjani pusaka timba Nuh, ya Nabi Nuh-lah yang punya.

“Kalau orang tua di Lombok mengatakan itu tunjang (tongkat) Nabi Allah Sulaiman ya itulah dia. Apalagi ada gunungnya. Disanalah tempat beliau bertafakur atau bertapa,” terangnya.

Maka dia mengingatkan untuk menelaah persoalan seperti ini agar tidak hanya mengandalkan akal. Karena akal sangat sempit dan terbatas. “Mengenai apakah Nabi Sulaiman terbang dari wilayah Timur Tengah misalnya untuk sampai ke Lombok, ya terserah. Itu urusan Tuhan,” tegasnya. (red.)

Editor: Dani

Laporkan Konten