in

Masyarakat Adat Gumi Paer Gunung Rinjani gelar Ritual Pemasuh Alam untuk Keselarasan

kicknews.today – Memasuki malam di desa Medas Sambelia Lotim, Minggu 8/10/2020, suasana begitu syahdu. Angin berhembus pelan dari arah pegunungan Batua yang berada disisi Timur Gunung Rinjani itu. Ratusan orang duduk bersila dengan takzim mengelilingi sebuah berugak beratap ilalang. Tua, muda, laki-laki dan perempuan mengenakan busana adat. Beberapa pelingsir mulai membuka lontar-lontar kuno yang diletakkan diatas bantal. Merekapun mulai menembangkan beberapa syair suci dari naskah Puspa karma dan Jatiswara yang disakralkan itu.

Suara mereka bersahut-sahutan. Kadang melengking tajam, berkelok dan kembali melandai. Geriap lampu Dile jojor menerbitkan bayang-bayang pada dinding bambu, bergerak kesana-kemari. Seperti menambah mistis suasana.

Itulah salah satu fragmen ritual adat Pemasuh Alam yang dilaksanakan di situs kuno Batua, yang merupakan salah satu kemaliq/temat Sakral Masyarakat Sasak di Pulau Lombok. ditempat inilah Para Kiyai, Pemangku, Lokaq dan pemuda/pemudi adat sepulau Lombok berkumpul untuk melangsungkan ritual tersebut.

“Acara ini sebentuk do’a puja-puji agar kehidupan lebih selaras antara alam seisinya serta kehidupan manusia. Apalagi ini bulan Maulid, saat yang tepat untuk sekaligus memperingati kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Kami masyarakat adat juga punya cara tersendiri untuk menyambut keahiran beliau yang diutus sebagai Rahmatan Lil Alamin,” Kata H. Purnipa sebagai Pengeraksa Adat Gumi Paer Rinjani.

Lelaki yang sering disebut Mbah Marijannya Rinjani ini kembali menjelaskan, “Maksud dan tujuan dari acara ritual adat ini tidak bukan tidak lain adalah untuk menggapai Ridlonya Ilahi Robbi agar gumi Sasak Lombok, Indonesia serta dunia terhindar dari malapetaka. Pandemi Covid 19 segera berakhir, gempa, banjir, kekeringan, angin ribut, kebakaran dan malapetaka lainnya dihilangkan. Kita memohon kepada Allah SWT dengan memuji nabi dan membacakan mantra-syair suci warisan leluhur,” tambahnya.

Dikesempatan itu beliau juga berpesan agar kita terhindar dari bencana maka hidup kita (manusia) haruslah selaras dengan alam. Tidak eksploitatif, mengambil berlebihan, apalagi berbuat kerusakan. Hormati adat, warisan mulia para leluhur, serta berbuat baik terhadap sesama mahluk hidup. (red)

What do you think?

Chief Everything Officer

Written by Redaksi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Bongkar kasus Narkoba Kakap, 7 Anggota Polresta Mataram diganjar Penghargaan

Dorna Sport perpanjang Kontrak Sirkuit Mandalika 10 Tahun