in

Cara kerja sang pawang hujan yang patut diketahui

Ocong Disel

kicknews.today – Event-event besar dunia sedang dinanti dari pulau Lombok. Setelah keberhasilan perhelatan IATC dan World Superbike di Mandalika yang baru saja digelar pekan lalu, kini ajang MotoGP sedang menanti.

Namun setiap perhelatan tersebut bukanlah tanpa rintangan. Apalagi akan digelar di musim hujan. Beberapa pertandingan WSBK kemarin malah sempat ditunda karena derasnya hujan yang mengguyur dan membahayakan pembalap jika pertandingan diteruskan.

Diketahui semua teknologi sudah dikerahkan. Termasuk dengan menerjunkan TNI Angkatan Udara yang melaburi awan dengan garam agar cuaca dapat direkayasa dan hujan dapat dipindahkan.

“Rekayasa hujan ini sudah sangat sering dilakukan oleh, teman-teman TNI AU, yaitu dengan cara menerbangkan pesawat membawa garam. Garam itu ditabur di udara, di atas awan, dengan harapan dengan ditaburkan di udara, sebelum dia bergeser ke lokasi Sirkuit Mandalika hujannya sudah jatuh,” kata Komandan Korem 162 Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers, Sabtu (20/11)

Namun bukan hanya dengan teknologi super canggih seperti itu. Rekayasa cuaca juga idealnya dilakukan secara tradisional dengan bantuan pawang hujan. Tetapi sayangnya ketika beberapa balapan gagal karena hujan deras, sang pawang dibuly oleh para netizen. Tak tahan dengan hinaan yang diterima,

Seorang pawang hujan bernama Damai Santoso alias Amaq Daud (49), warga Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik yang menimpa dirinya ke polisi.

Damai merasa difitnah akibat tudingan gagal mengendalikan hujan saat perhelatan World Superbike (WSBK) beberapa hari lalu. Ia melaporkan sebuah akun Facebook dan Twitter dengan nama @leekuwangso yang diduga mengunggah fotonya di Sirkuit Mandalika dan menyebutnya sebagai pawang hujan yang gagal melakukan kontrol saat balapan.

“Saya tidak pernah diminta sebagai pawang hujan oleh penyelenggara balapan, tapi kenapa foto saya ditampilkan seolah-olah saya sebagai pawang saat balap, dan ada kata-kata olokan juga,” kata Damai, Selasa (23/11)

Cara Kerja Pawang Hujan

Adalah Samsudin atau yang lebih dikenal dengan Ocong Disel putra dari bapak Ahmad Lele asal Ampenan, Lombok, NTB yang tersohor sebagai pawang hujan pada masanya menjelaskan secara gamblang bagaimana sejatinya pawang hujan bekerja.

“Begini, pawang hujan itu kan pekerjaan yang tidak kelihatan. Dan yang saya lakukan (sebagai pawang hujan) adalah memohon kepada Allah SWT, meminta agar tidak hujan di lokasi acara,” tegas Ocong Disel singkat saat dihubungi kicknews.today di Mataram, Selasa (23/11).

Ocong mengaku karena dirinya ialah putra dari Ahmad Lele yang juga merupakan pawang hujan, kemungkinan mendapat akses khusus tentang ilmu mengendalikan hujan. Namun mengenai perhelatan WSBK di sirkuit Mandalika, dirinya tidak dilibatkan.

“Mungkin karena turunan dari almarhum bapak saya, ya istilahnya seperti jalan tol lah. Tidak ada ritual khusus-ritual untuk itu. Ya saya hanya berdoa kepada Allah semoga tidak ada hujan di lokasi acara. Begitu saja,” jelasnya.

Dikatakan dia, secara pribadi ketika dirinya diminta untuk menjadi pawang hujan dalam sebuah hajatan lalu menurut feelingnya berat dan terpaksa akan turun hujan maka dia akan memberitahukan kepada kliennya kalau hujan akan segera turun dan menyipakan alternatifnya.

“Saya sudah nggak kuat nahannya, jadi klien harus punya planing B begitu. Misalnya di acara kawinan atau ulang tahun, kalau dia di out dor, saya bilang, ini di pertangahan acara akan hujan walaupun tidak lebat. Jadi harus ada rencana lain,” katanya.

Menurutnya, persoalan hujan dan tidak di satu lokasi acara tidak bisa dijamin seratus persen. Karena hal tersebut murni tentang kekuasaan Allah SWT.

“Jadi tetap La hawlawala kuwata illa billah. Tidak ada daya dan upaya kecuali atas kehendak Allah SWT,” tandasnya. (red.)

Editor: Dani

Laporkan Konten