in

31 Maret Peresmian Menara Eiffel 1889; Pernah Disebut Rangka Besi Perusak Pemandangan

Proses pembangunan menara Eiffel

kicknews.today – Hari ini, 31 Maret, adalah hari peresmian Menara Eiffel tahun 1889. Effiel dan Paris memang tidak bisa dipisahkan, menara ini menjadi ikon kota Paris. Paris dikenal dunia sebagai kota cinta, salah satunya adalah karena pesona menaranya.

Namun, sebelum Menara ini dikenal dengan keindahannya menaungi kota Paris, ternyata dulunya memiliki sejarah perdebatan dan kontroversi sepanjang pembangunannya. Berbagai pamflet dan artikel diterbitkan sepanjang tahun 1886 hingga 1887.

“Protes terhadap Menara Monsieur Eiffel”, yang diterbitkan di surat kabar Le Temps, protes ditujukan kepada Sang Direktur  World‘s Fair, Monsieur Alphand. Protes ditandatangani oleh beberapa nama besar dari dunia sastra dan seni seperti Charles Gounod, Guy de Maupassant, Alexandre Dumas junior, François Coppée, Leconte de Lisle, Sully Prudhomme, William Bouguereau, Ernest Meissonier, Victorien Sardou, Charles Garnier dan lainnya. Demikian dinukil dari toureiffel.paris.

Protes menjelaskan menara besi ini merusak keindahan mata, pembangunan mesin yang mengerikan. Dismaping itu, dalam proses pembuatannya memiliki resiko kecelakaan yang besar.

Lebih jauh lagi, sindiran-sindiran satir terhadap menara ini semakin berkembang, seperti beberapa kalimat di bawah ini:

“Lampu jalan yang benar-benar tragis.” (Léon Bloy) .

“Kerangka lonceng belfry” (Paul Verlaine).

“Tiang alat gimnasium besi ini, tidak lengkap, bingung dan cacat.” (François Coppée),

“Piramida tangga besi yang tinggi dan kurus, kerangka raksasa tanpa henti di atas pangkalan yang terlihat dibangun untuk membawa monumen kolosal Cyclops, tetapi yang tercipta hanya menjadi bentuk tipis konyol seperti cerobong asap pabrik” (Maupassant).

“Pipa pabrik setengah dibangun, bangkai yang menunggu untuk dibentuk dengan batu bata, panggangan berbentuk corong, obat supositoria berbingkai lubang” (Joris-Karl Huysmans).

Setelah Menara selesai, kritik-kritik itu lenyap seperti kertas yang membakar dirinya sendiri di hadapan mahakarya yang sempurna, disambut dengan kesuksesan yang sangat besar, saat baru selesai diresmikan, Menara ini menerima dua juta pengunjung selama program Pameran Dunia 1889.

Meski sampai akhir pembangunannya sudah menjadi inti dari banyak perdebatan, diselimuti kritik dari nama-nama terbesar di dunia seni dan sastra, Menara ini berhasil berdiri di tanah negaranya dan menjadi ikon romantis bagi banyak masyarakat dunia. (nsa)

Editor: Dani

Laporkan Konten