kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan dengan menyapa masyarakat di Masjid Haqqul Yaqin, Dusun Sengkukun, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan. Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penyampaian informasi terkait kondisi fiskal dan arah pembangunan daerah.
Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri menyampaikan bahwa kehadirannya di Masjid Haqqul Yaqin merupakan kesempatan perdana sebagai pimpinan Tim II Safari Ramadhan. Pada waktu yang sama, Bupati Lombok Utara memimpin Tim I dan Sekretaris Daerah memimpin Tim III yang menyapa masyarakat di titik berbeda di wilayah KLU.

Dalam kesempatan itu, Wabup mengungkapkan kondisi fiskal daerah saat ini tengah menghadapi tantangan serius akibat pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah yang mencapai kurang lebih Rp260 miliar. Dampak kebijakan tersebut, menurutnya, tidak hanya dirasakan di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga ke desa-desa.
“Kondisi fiskal dan keuangan memang mengalami penurunan, namun kita harus tetap optimis, memperkuat kebersamaan, dan terus bergerak membangun daerah ini,” ujarnya, Kamis (26/02/2026).
Sebagai langkah penguatan ekonomi, Kusmalahadi mendorong pemerintah desa untuk menghidupkan dan memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dia menyebutkan adanya program nasional tahun ini dengan total anggaran mencapai Rp 5,7 triliun, bahkan lebih besar dibandingkan alokasi di tingkat provinsi sebesar Rp 5,2 triliun. Peluang tersebut, tegasnya, harus dimanfaatkan secara maksimal guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Terkait potensi di Kecamatan Kayangan, Wabup menyoroti keberadaan tiga SPPG yang membutuhkan pasokan bahan baku seperti sayur dan buah. Ia mendorong masyarakat membentuk kelompok usaha produktif yang nantinya akan difasilitasi pemerintah daerah agar kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh masyarakat lokal.
Selain penguatan ekonomi, Kabupaten Lombok Utara juga disebut menjadi salah satu daerah penerima program Sekolah Rakyat dengan nilai anggaran ratusan miliar rupiah yang direncanakan mulai berjalan tahun ini. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses dan kualitas pendidikan masyarakat.
Di bidang infrastruktur dan pengembangan kepemudaan, dia menyampaikan adanya rencana pengadaan lapangan sepak bola di setiap kecamatan melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, serta inisiasi pembangunan sport center yang telah dikomunikasikan bersama Gubernur NTB. Menurutnya, percepatan pembangunan sangat bergantung pada sinergi dan komunikasi yang baik antara pemerintah kabupaten, desa, dan pusat.
Wabup juga mengajak seluruh kepala OPD untuk terus berinovasi serta aktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa peluang dukungan anggaran tetap terbuka selama dibarengi koordinasi intensif dan proposal yang matang.
Kusmalahadi juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dinamika politik dan persoalan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Kami tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Mari kita jaga kebersamaan dan wibawa daerah kita. Lombok Utara memang kabupaten termuda di NTB, tetapi kita tidak boleh kalah dalam prestasi dan semangat membangun,” tutupnya. (gii/*)


