kicknews.today – Harapan masyarakat Kecamatan Bayan untuk memiliki fasilitas kesehatan yang lebih memadai segera terwujud. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini tengah mengebut persiapan pembangunan rumah sakit tipe D di wilayah tersebut.
Proyek ini sudah memasuki tahap akhir pengurusan lahan, dan segera dilanjutkan ke proses perizinan pembangunan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan KLU, Lalu Baharudin mengungkapkan bahwa pembangunan rumah sakit ini merupakan prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, terutama di wilayah yang jauh dari pusat layanan rumah sakit. Proses saat ini tengah difokuskan pada penyelesaian tukar-menukar lahan yang dikelola oleh BPKAD KLU bidang aset.
“Ini tinggal proses pengalihan lahan saja, mudah-mudahan segera selesai. Setelah itu akan diserahkan ke Dinas Kesehatan untuk dilanjutkan ke izin Kementerian Kesehatan,” jelas Baharudin saat ditemui, Selasa (15/07/2025).
Lokasi pembangunan rumah sakit yang berada di tengah-tengah tanah milik masyarakat membuat proses pengadaan lahan menjadi tantangan tersendiri. Saat ini tim aset tengah melakukan negosiasi dan proses tukar guling lahan dengan warga secara hati-hati, agar ke depan tidak menimbulkan persoalan hukum.
“Sudah ada lampu hijau dari Menteri. Kita beratnya hanya di lahan saja. Kalau soal bangunan dan sarana prasarana, insya Allah siap,” tegasnya.
Luas lahan yang dibutuhkan mencapai hampir 6 hektare, dan pemerintah tidak ingin gegabah dalam proses pembebasan. Setelah dinyatakan clear and clean, barulah pembangunan akan dimulai dengan skema pendanaan yang tidak sepenuhnya berasal dari APBD.
Baharudin menambahkan, dalam audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan, terbuka peluang bahwa pembiayaan pembangunan ini bisa mendapatkan dukungan dari kementerian, baik melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun sumber lain.
“Tidak murni dengan APBD. Kita bangun bukan hanya fisiknya, tapi juga harus siap dengan alat dan tenaga medisnya,” jelasnya.
Estimasi anggaran untuk pembangunan fisik dan pengadaan sarana prasarana rumah sakit ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
“Kalau diperkirakan hampir Rp140 juta itu hanya untuk sebagian, tetapi keseluruhan bisa sampai miliaran,” katanya menegaskan.
Rumah sakit tipe D di Bayan nantinya akan menjadi fasilitas rujukan penting bagi puskesmas-puskesmas di wilayah utara Lombok Utara. Keberadaannya diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien, tanpa harus langsung dirujuk ke RSUD Tanjung atau rumah sakit di Mataram.
“Dengan adanya rumah sakit ini, pelayanan kesehatan bisa lebih merata dan cepat. Masyarakat Bayan dan sekitarnya akan lebih mudah mengakses layanan medis tingkat lanjut,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menargetkan proses pembangunan dapat dimulai segera setelah pengurusan lahan rampung. Harapannya, rumah sakit tipe D ini dapat mulai beroperasi dalam waktu dekat sebagai bukti keseriusan daerah menghadirkan pelayanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Lombok Utara. (gii-bii)