in

Ungkap Kasus, LSM di Lombok Utara ngaku hendak disuap

kicknews.today – Pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lombok Utara Corruption Watch (LUCW) dan Kajian dan Advokasi Sosial serta Transparansi Anggaran (Kasta) DPD KLU ngaku nyaris disuap. Upaya suap itu diduga terkait kasus dana insentif Covid-19 yang diungkap sebelumnya.

Hal ini diungkap Direktur LUCW Tarpiin Adam dan Ketua Kasta KLU Dedy Romi Harjo di Tanjung, Kamis (21/1).

Menurut Adam, persoalan muncul sebelum hearing menyangkut pengelolaan anggaran hibah Covid yang bersumber dari Kementerian dan Dana Insentif Daerah (DID) oleh Disbudpar Lombok Utara pada tanggal 30 Desember 2020 lalu.

Malam sebelum hearing, anggotanya sempat dihubungi oleh oknum pejabat dan ditawari sejumlah uang. Isu kemudian beredar liar, bahwa dua LSM ini menerima uang terkait kasus yang diungkap saat hearing itu.

Demi membantah itu, pihaknya pun angkat bicara dan menampik bahwa dugaan suap itu tidak benar.

“Kaitan isu yang menguak di publik menerima uang, kami katakan tidak benar. Kami dapatkan info sepihak, tapi kami jamin di tubuh kita tidak terima sepeserpun,” ungkap Adam.

“Memang ada oknum DPRD dan rekanan menghubungi salah satu tim kami, tawarkan sejumlah financial , tapi kami tidak mau menerima,” bantahnya.

Pihaknya menjamin netralitas menyangkut kasus yang tengah ditangani, karena ingin memberi edukasi dan solusi pada masyarakat termasuk pemerintah.

“Itu (nominal uang yang ditawarkan) berada diatas puluhan juta, kita wanti wanti tidak menerima apapun dari kasus apalagi yang sedang kita kawal,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Kasta Lombok Utara Dedy Romi membenarkan hal sama. Ada upaya suap melalui oknum anggota DPRD KLU. Suap itu dimaksud supaya kedua lembaga ini tidak menguapkan aksi hearing ke publik. Dengan demikian pihaknya masih menunggu ending daripada ini jika dirasa terus berlarut maka pihaknya akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan para pejabat tersebut.

“Kita tidak mau perpanjang ke ranah hukum apalagi ini soal etika dan ini jadi catatan buruk oknum pejabat yang lakukan seperti itu saya pikir ini komunijkasi bukan berarti jika ada persoalan justru diselesaikan dengan suap pada lembaga yang ada diluar pemerintah,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disbudpar KLU Vidi Eka Kusuma enggan menanggapi perihal persoalan ini.

“Saya no comment dulu ya,” ucapnya singkat.(iko)

Advertisements

rico winanda

Written by rico winanda

Comments

Leave a Reply

Avatar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

What do you think?

Kasus Pencurian hingga Pencabulan diungkap Polres KLU awal 2021

Agenda Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah terpilih belum jelas