in

Ulama di NTB minta Kapolri perkuat kebijakan “Restorative Justice”

Para pengasuh Pondok Pesantren Tahfid- Al-Quran Al-Mubarok

kicknews.today – Seorang ulama Nusa Tenggara Barat, yaitu pengasuh Pondok Pesantren Tahfid- Al-Quran Al-Mubarok di Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu bernama Ustazd Abdul Muiz meminta Restorative Justice di perkuat.

Ustazd Abdul Muiz mejelaskan, jalinan sinergitas TNI – Polri yang terlihat jelas selama 100 hari kerja Kapolri dalam menangani persoalan bangsa, dan program restorative justice yang dicanangkan untuk penyelesaian perkara yang berorientasi terhadap rasa keadilan.

“Restorative justice ini yang sebenarnya paling ditunggu-tunggu masyarakat. Karena salah satu isinya meminta penyidik memiliki prinsip bahwa penerapan hukum pidana merupakan upaya terakhir dalam penegakan hukum dan Polri bisa menempatkan diri sebagai institusi yang memberikan rasa keadilan bagi masyarakat yang berhadapan dengan hukum,” ungkapnya, Kamis (20/05).

Menurutnya, 100 hari kinerja Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, kepemimpinan beliau cukup memberi warna yang lebih. Hal itu, tampak bagaimana Bapak Kapolri begitu juga jajaran-jajaran dibawanya, Baik itu ditingkat Polda, Polres maupun Bhabinkamtibmas. Mereka mampu membangun harmonisasi dan kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang sebelah mata satu sama lain.

“Kemimpinan cukup memberikan warna yang lebih. Termasuk dirasakan dunia pesantren dan Ormas keagamaan,” tuturnya.

Selain itu, “kebijakan Listyo Sigit yang memerintahkan anggota Polri mengaji kitab salaf atau kitab kuning ke pesantren menandakan sosoknya sangat memahami ajaran-ajaran pesantren yang moderat.

“Kebijakan ini pula bisa dijadikan mitra kepolisian dalam menjaga dan memelihara kondusifitas Kmtibmas,” terang Abdul Muiz.

Kemudian, kebijkan itu pula menjadi bukti kedekatan hubungan baik dan jalinan silaturahmi yang dibangun Listyo Sigit dengan ulama dan kyai pondok pesantren. Selain itu, banyak program kerja 100 hari Kapolri yang kini telah terwujud.

Selain itu, ia berharap ke depannya Polri dan ulama bisa selalu bermitra dalam menjaga kondusifitas kamtibmas. Pasalnya, langkah Kapolri menggandeng tokoh agama dinilai sangat tepat untuk menjaga dan mengelola dinamika kamtibmas saat ini. (rif)

Editor: Nurul

Laporkan Konten