in

Cegah keributan, Tuan Guru Bagu minta biarkan nama Bandara di Lombok

Tuan Guru Bagu L. Turmudzi Badaruddin

kicknews.today – Penolakan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid tidak hanya datang dari sejumlah warga Lombok Tengah.

Minggu, (20/12), sejumlah pimpinan pondok pesantren di lingkungan Nahdatul Ulama (NU) Lombok Tengah menyatakan sikap menolak pergantian atau penambahan nama Bandara Lombok tersebut.

Rais Syuriah NU Lombok Tengah, TGH Maaruf Makmun mengatakan, berdasarkan kesepakatan bersama pada acara silaturrahmi hari ini bahwa pihaknya bersama tokoh lainnya menolak atas perubahan nama Bandara Lombok tersebut. Hal itu untuk menghindari konflik horizontal, menjaga keamanan dan ketertiban kehidupan sosial masyarakat di Lombok Tengah.

“Kami menolak perubahan nama Bandara Internasional Lombok,” ujar TGH Maarif Makmun saat acara silaturrahmi di Pondok Pesantren Qamarul Huda Desa Bagu.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif Al Islamiyah Desa Darek itu juga mengatakan, Pemerintah supaya menetapkan nama Bandara Lombok sebagai nama Bandar Udara Internasional yang berada di Lombok Tengah Provinsi NTB.

“Nama Bandara Lombok jagan diubah,” tegasnya.

Para tokoh NU Lombok Tengah yang dihadiri juga oleh Rais Syuriah NU NTB, TGH Turmuzi Badaruddin, meminta Menteri Perhubungan RI mencabut Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan Nomor : KP 1421 tahun 2018 tanggal 5 September, karena tidak memenuhi syarat sesuai pasal 45 Ayat (2) Peraturan Menteri Perhubungan RI No 39 Tahun 2019.

“Ini semua untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Lombok Tengah,” pungkasnya. (Ade)

Editor: kicknews.today

Comments

Leave a Reply

Avatar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0