in

Tengok keberagaman dalam peringatan Haul Gus Dur ke-11 di Ampenan

Malam silaturrahmi lintas agama di News Coffee Ampenan

kicknews.today – Dalam rangka memperingati Haul ke 11 wafatnya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Gusdurian NTB pada rabu (23/12) menggelar berbagai rangkaian kegiatan seperti Bhakti Sosial yakni penyaluran 100 paket semako di kampung nelayan dan pesantren, bagi-bagi masker kesehatan dan 1000 cup kopi serta menggelar do’a bersama lintas iman yang dirangkai dengan orasi kebangsaan oleh Prof DR TGH Masnun Tahir dan pentas seni tradisi-kontemporer bersama Armonika band Lombok Timur di NewsCoffee Ampenan.

Kegiatan yang mengambil tema MEMPERKOKOH RUH KEBANGSAAN itu juga disiarkan secara live/daring oleh kicknews.today dan diikuti lebih dari 6.500 orang dari berbagai negara ini berlangsung cukup hikmad dan tetap menerapkan standar protokol kesehatan.

“Setiap bulan desember para murid, kader dan pecinta Gus Dur menggelar peringatan meninggalnya presiden RI ke 4 tersebut dan menjadikan moment tersebut sebagai Bulan Gusdur untuk mengenang Beliau” kata Paox Iben Mudhaffar dalam sambutannya selaku koordinator kegiatan.

Pria Gimbal ini juga menyampaikan bahwa pentingnya kegiatan ini adalah untuk mengingatkan kembali ajaran Gus Dur tentang makna Kebhinekaan, persatuan dan kemanusiaan yang hampir terkoyak-koyak oleh perbedaan politik.

“Padahal diatas politik itu adalah kemanusiaan. Dan Gusdur adalah orang yang sangat konsisten memperjuangkan harkat kemanusiaan itu. Beliau misalnya, pernah membantu membebaskan Buruh Migran asal Lombok yang diancam hukuman gantung di Malaysia,” ujarnya.

Sementara itu dalam orasi kebangsaannya Prof DR TGH Masnun Tahir yang juga ketua PWNU NTB menyampaikan bahwa Gus Dur itu sungguh meneladani akhlak Rasulullah,

“Beliau orang yang sangat sabar. Dicaci maki sedemikian rupa beliau santai saja dan selalu mwnghadapu tekanan dengan joke-joke lucu, gitu aja kok repot. Tetapi beliau juga sangat solutif dan merangkul semua kalangan. Karena itu, menyitir Mbak Alissa (putri Gusdur) Barang siapa mencintai Gusdur akan jenaka hidupnya. Kalau enggak mencintai beliau ya nggak apa-apa,” ujarnya yang disambut tawa riuh para hadirin.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan tokoh-tokoh lintas agama seperti Hindu, Budha, Konghucu, Pemuda Kristen, Komunitas Alor, Flores, Madura dan berbagai elemen mahasiswa di Mataram. Ada juga beberapa pejabat dari Polda NTB, TNI dan BINDA NTB yang turut hadir. (red)

Editor: Dani

Laporkan Konten