in

Tembok penghalang warga miskin di Lombok Tengah runtuh, Gubernur: seperti runtuhnya Tembok Berlin

kicknews.today -Apa yang menjadi harapan tiga Kepala Keluarga (KK) di Kampung Buak, Kelurahan Jontlak, Kabupaten Lombok Tengah terwujud. Mereka tidak perlu menaiki tangga lagi untuk keluar dan masuk rumahnya, setelah tembok akses jalan satu-satunya telah di robohkan.

Sebelumnya, Toni dan dua kepala rumah tangga lainnya tak bisa keluar masuk rumahnya lantaran gang jalan menuju rumahnya di tembok oleh pemiliknya yakni Suparman setinggi 1,5 meter. Untuk dapat keluar tiga kepala keluarga itu harus menggunakan tangga. Pemilik Tanah Suparman hanya mau membuka jalan jika tanahnya dibayar dengan harga Rp 5 juta.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr Zulkieflimansyah langsung memberi perhatian setelah mendapatkan informasi mengenai masalah ini.

“Ini persoalan sangat kecil, tapi karena adanya miskomunikasi dan kurangnya sinergi akhirnya jadi isu besar. Alhamdulillah dengan kerjasama yang baik dengan Pemda Kab Loteng akhirnya semua masalah selesai malam ini,” kata Bang Zul, sapaan akrab Gubernur melalui laman sosial medianya, Kamis (31/12).

“Temboknya sudah diruntuhkan menjelang malam tahun baru ini, seperti runtuhnya Tembok Berlin.Terima kasih Pak Karo Pemerintahan, Teman-teman di pemda Loteng, Pak Kaling dll akhirnya ini selesai dengan baik dan penuh kekeluargaan,” lanjutnya.

Diapun berharap agar di tahun mendatang (2021) masyarakat NTB lebih memperbanyak silaturrahmi dan mengutamakan musyawarah untuk menyelesaikan masalah.

“Ayo di tahun baru 2021, perbanyak silaturrahim, sering bermusyawarah dan berkomunikasi, InsyaAllah beban berat jadi terasa ringan dipikul bersama,” pintanya.

Sementara itu dari lokasi di Lombok Tengah, Plt Lurah Jontlak Khairul Imtihan mengatakan, persoalan yang dihadapi warganya tersebut telah dapat diselesaikan setelah semua elemen masyarakat turun langsung baik dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Lombok Tengah.

“Allhamdulilah telah ada solusi, tembok penghalang akses keluar masuk tiga KK itu telah dirobohkan malam ini juga,” ujarnya kepada wartawan saat melakukan mediasi kedua belah pihak bersama elemen masyarakat lainnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Tim HBK, Maik Meres, Pemerintah Provinsi NTB yang telah memberikan bantuan kepada tiga KK tersebut. Semoga tidak ada lagi permusuhan yang terjadi antara warganya tersebut.

“Semoga mereka tetap bersaudara dan tidak ada lagi persoalan seperti ini,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, sungguh miris nasib yang dialami tiga Kepala Keluarga (KK) di Kampung Buak, Kelurahan Jontlak, Kabupaten Lombok Tengah.

Pasalnya, mereka harus lompat tembok untuk masuk ke rumah, karena akses jalan yang menjadi satu-satunya jalan untuk melakukan aktifitas ditutup dengan tembok oleh pemilik lahan atau tetangganya.

Salah satu pemilik rumah atas nama Toni mengatakan, hal tersebut sudah berlangsung selama satu bulan lebih, karena pemilik tanah ingin dibayar tanahnya. Namun, dirinya tidak memiliki uang untuk membayar akses jalan tersebut.

“Pemilik lahan mau dibayar dengan harga 30 Juta, namun kami tidak punya uang,” ujarnya, Rabu (30/12).

Oleh sebab itu, jika mereka melakukan aktivitas untuk bekerja, mereka harus memanjat tembok dengan tinggi 2 meter tersebut dengan tangga.

“Kita pakai tangga kalau mau keluar,” katanya.

Toni menceritakan dirinya beserta keluarga sudah tinggal ditempat tersebut selama puluhan tahun, namun sang pemilik tanah Atas nama Mencoet mengkalim tanah tersebut milik ayah nya yang sudah meninggal dunia.

“Kita berharap pemerintah bisa menyelesaikan persoalan ini,” harapnya. (Ade) .

Editor: Dani

Laporkan Konten

Comments

Leave a Reply

Avatar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0