in

Stop diskriminasi disabilitas, Wakil Gubernur NTB: Mereka punya peluang sama bekerja di pemerintahan

Wagub NTB, Hj Siti Rohmi Djalilah tak mampu menahan tangis setelah mendegar puisi ‘setitik cahaya’ dari siswi SLB Dompu.
doc. Wagub NTB, Hj Siti Rohmi Djalilah tak mampu menahan tangis setelah mendegar puisi ‘setitik cahaya’ dari siswi SLB Dompu.

kicknews.today – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan kepada seluruh masyarakat untuk berhenti melakukan diskriminasi terhadap disabilitas. Mereka juga memiliki hak untuk berekspresi dalam mewujudkan impian hidup.

“Bisa jadi anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kemampuan yang lebih dari pada manusia yang normal,” kata Ummi Rohmi saat acara peresmian Amani Eco School yang diinisiasi oleh Lombok Eco International Connection bersama PLN Peduli di Dusun Ketapang, Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Rabu (21/09).

Ummi Rohmi menyebutkan, penyandang disabilitas dapat bekerja di instansi pemerintahan. Tidak ada batasan yang justru dapat menimbulkan perilaku diskriminasi.

“Stop untuk diskriminasi terhadap semua saudara kita yang disabilitas, justru kita harus bangga, berikan ruang dan support supaya mereka juga berdaya,” tutur Ummi Rohmi.

Sekolah Luar Biasa (SLB) di NTB saat ini sebanyak 44 sekolah. Masing-masing Kota Mataram sebanyak 3 sekolah, Lombok Barat 3 sekolah, Lombok Tengah 4 sekolah, Lombok Timur 6 sekolah, Lombok Utara 2 sekolah,  Sumbawa 2 sekolah, Sumbawa Barat 1 sekolah, Dompu 6 sekolah, Kota Bima 5 sekolah dan Bima 12 sekolah.

“Apabila mereka lulus SLB, bisa mendapatkan pekerjaan. Bahkan kalau di Pemprov sudah menerima di instansi vertikal yang sesuai dengan skill yang mereka punya. Ini harus terus disupport untuk masa depan mereka,” harap Ummi Rohmi.

Saat ini jumlah disabilitas di NTB sebanyak 28.652 orang. Pemerintah terus berupaya memberikan kesempatan berupa pelatihan, seperti pelatihan pijat, pelatihan keterampilan menjahit, bengkel dan lain sebagainya.

“Mari bantu dan support mereka untuk berjuang dan menggapai karirnya,” pungkasnya. (nur)

Editor: Awen

Laporkan Konten