in

Soal mandi di Kolam rame-rame tanpa Prokes, Gubernur NTB: Itu spontan saja..

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat mandi di Kolam di Bayan Lombok Utara

kicknews.today – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr Zulkieflimansyah menanggapi ramainya pembicaraan miring tentang dirinya yang dianggap tidak menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 saat mandi di sebuah kolam renang di Lombok Utara, Minggu (31/1).

“Saya tidak menyangka begitu. Kemarin itu sebenarnya kita menginap di Lombok Utara dan disambut hangat dan baik oleh masyarakat. Bayan terkenal dengan Masjid tuanya. Dan ternyata mereka punya sesuatu yang tidak pernah terpublikasikan selama ini. Punya kolam yang sumber airnya tanpa bahan-bahan kimia,” katanya di Mataram, Senin (2/1).

Maka itu, menurut Zulkieflimansyah masyarakat sekitar sangat antusias memintanya mandi meskipun diakui kalau dirinya saat itu merasa kirang sehat.

“Ternyata walaupun saya demam setelah nyebur hilang demamnya. Jangan-jangan ada khasiatnya,” ujarnya.

Memang pada waktu itu, lanjutnya, ada juga yang menanyakan bagaimana soal protokol kesehatan. tetapi menurutnya tidak mungkin juga untuk mandi di kolam menggunakan masker.

“Jadi semua spontan saja,” singkatnya.

Dari foto yang diunggah di media sosial miliknya Facebook, dengan nama Bang Zul Zulkieflimansyah. Gubernur NTB Zulkieflimansyah tengah asyik mandi di kolam tanpa protokol kesehatan COVID-19.

“Pukul 06.00 pagi, di Bayan, Lombok Utara. Sepagi ini, kami sudah menggigil bareng di Kolam Renang Mandala, Desa Bayan. Airnya sejuk dan jernih, di bawah rindang pohon-pohon di hutan adat bayan,” tulis Zulkieflimansyah di akun Facebook miliknya.

“Mandi di sini dijamin tidak bikin kulit hitam. Karena dari sumber mata air, kolamnya tidak mengandung kaporit, dan suasananya teduh. Siapapun yang berkunjung ke sini bisa mendapatkan bonus menarik: menjelajahi hutan adat bayan seluas 10,3 hektare,” ujarnya.

Bahkan, ia juga mengajak masyarakat untuk menikmati wisata di kolam renang yang dikelola Pokdarwis tersebut.

“Ternyata, desa-desa kita bisa melahirkan destinasi wisata yang menarik. Ayo, kita ramaikan destinasi wisata di desa-desa kita,” ucap Zulkieflimansyah dalam media sosial Facebook.

Terkait unggahan Gubernur NTB tersebut banyak mendapat kritikan yang dilontarkan netizen menanggapi foto tersebut. Namun, sebagian besar kritik bukan terkait pandemi COVID-19, melainkan sejak Kamis (28/1) hingga Sabtu (30/1) sejumlah daerah di NTB dikepung banjir. Saat ini beberapa foto unggahan Gubernur NTB tersebut sudah dihapus. (red.)

Editor: Dani

Laporkan Konten