in

Senyum Puan sebut kekerasan seksual di Kampus di NTB cukup tinggi

Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah (tengah), Direktur BKBH Universitas Mataram, Bapak Joko Jumadi S.H, MH, Ketua Inspirasi NTB, Nurjannah, S.Pd, dan Gelis Purnama Listi, 4th Runner Up Putri Pariwisata Nusantara 2022 menghadiri 2nd Anniversary Senyum Puan.
Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah (tengah), Direktur BKBH Universitas Mataram, Bapak Joko Jumadi S.H, MH, Ketua Inspirasi NTB, Nurjannah, S.Pd, dan Gelis Purnama Listi, 4th Runner Up Putri Pariwisata Nusantara 2022 menghadiri 2nd Anniversary Senyum Puan.

kicknews.today- Komunitas senyum puan telah menggelar 2nd Anniversary sekaligus launching data center kekerasan seksual, Jumat (15/7). Kegiatan itu dihadiri Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Direktur BKBH Universitas Mataram, Bapak Joko Jumadi S.H, MH, Ketua Inspirasi NTB, Ibu Nurjannah, S.Pd, dan Gelis Purnama Listi, 4th Runner Up Putri Pariwisata Nusantara 2022.

Acara ini dihadiri pula oleh berbagai organisasi perangkat daerah, organisasi mahasiswa, komunitas dan umum.

Acara dibuka dengan sambutan Founder Senyum Puan, Ade Lativa Fitri. Adel menyebutkan, pengalaman perempuannya lah yang mendorongnya mendirikan Senyum Puan. Ia percaya bahwa sekeras apapun ia berteriak, suara itu tidak akan cukup terdengar.

“Maka saya perlu menggandeng banyak orang untuk bersama menyuarakan hidup aman dan nyaman bagi perempuan demi terwujudnya NTB Gemilang,” jelas Adel.

Launching data center kekerasan seksual di perguruan tinggi menjadi agenda berikutnya. Menurut Adel, kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi cukup tinggi. Belum terbentuknya satgas di tiap kampus menjadi kendala dalam proses pendataan kasus kekerasan seksual

“Pembentukan Satgas baru di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Kami juga harap perguruan tinggi lain juga segera membentuk satgas kampus sesuai amanat Permendikbud,” harap Adel.

Yang terbaru kata Adel seperti kasu pelecehan seksual oleh dosen gadungan yang dilaporkan tiga mahasiswi Unram. Dalam kasus ini senyum ikut memberikan pendampingan para para korban.

“Sebenarnya korbannya banyak, cuma tiga yang berani melapor. Kami harap kasus ini diusut tuntas, agar memberikan efek jera bagi pelaku,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Eno Liska, tim advokasi dan pemberdayaan Senyum Puan. Eno Liska menjelaskan dalam sesi presentasi bahwa kekerasan seksual di perguruan tinggi cukup banyak. Namun, NTB belum memiliki data khusus yang menampilkan kekerasan seksual di perguruan tinggi.

Maka, Senyum Puan hadir sebagai pelopor untuk menghimpun dan menginformasikan hal tersebut kepada publik agar kemudian Senyum Puan dan berbagai pihak dapat melakukan upaya lanjutan dalam menekan angka kekerasan.

Data Center pun diresmikan dengan penandatanganan dokumen oleh Ibu Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah didampingi Founder Senyum Puan dan pembicara lainnya.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan penampilan teatrikal puisi oleh Gilang Sakti Ramadhan dan talkshow bertajuk ‘Your Voice is a Progress for All’. Dari talkshow tersebut, Senyum Puan berharap seluruh audiens dapat memahami sulitnya berada di posisi penyintas dan siap menjadi suara bagi suara yang terbungkam.

Sementara di area outdoor, Senyum Puan menampilkan pameran kesetaraan gender seperti pakaian pakaian ilustrasi penyintas kekerasan seksual serta edukasi mitos fakta seputar kesetaraan gender. Hal ini menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang turut hadir.

Kegiatan ditutup dengan acara tiup lilin sebagai simbolis 2 tahun perjalanan Senyum Puan yang diwakilkan oleh Founder Senyum Puan dan Direktur PKBI NTB selaku mitra Senyum Puan.

Penampilan akustik UKM Musik FKIP Universitas Mataram pun turut meramaikan kegiatan tersebut. (jr)

Editor: Juwair Saddam

Laporkan Konten