in

Sebentar lagi, pembayaran parkir di Mataram via non tunai

Ilustrasi parkir non tunai

kicknews.today – Wacana pembayaran parkir di Mataram melalui non tunai segera diberlakukan. Hal itu disinyalir memudahkan penarikan tarif retribusi parkir di Mataram.

Dari data yang diterima kicknews.today, pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir saat ini jauh dari target. Selama tahun 2019, PAD retribusi parkir kurang dari Rp5 miliar dalam setahun. Padahal Pemkot Mataram telah menargetkan PAD retribusi parkir capai Rp25 miliar dalam setahun.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, M. Saleh mengatakan, pihaknya telah mensosialisasikan pembayaran parkir melalui sebuah kartu non tunai untuk menaikkan PAD retribusi parkir.

“Ini untuk mengurangi pungli juga di semua Jukir (juru parkir) yang ada di Mataram,” kata Saleh, Jumat (16/10).

Sejauh ini kata Saleh, acap kali warga Mataram mengeluhkan pembayaran parkir via tunai. Sebabnya, warga merasa kerap dikelabui para Jukir.

“Jadi menggunakan non tunai ini akan sulit adanya pungli nanti. Kita tunggu saja pasti kita launching,” katanya menjelaskan.

Pemberlakuan tarif non tunai ini jelas Saleh, akan menggunakan tapping barcode via handphone pengendara yang disediakan setiap Jukir nantinya.

“Jadi, mekanismenya, Jukir tidak bisa menerima uang tunai dari pengendara. Nanti kode barcode parkir bisa dibeli di Alfamart atau Indomaret,” jelasnya.

Pemberlakuan ini lanjut Saleh bertujuan mengurangi pelanggaran Jukir yang kerap meminta retribusi pembayaran parkir melebihi dari tarif biasa.

“Untuk roda dua Rp1.000. Sedangkan untuk roda empat itu Rp2.000,” pungkas Saleh.(Vik)

What do you think?

Member

Written by ahmad viqi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Tujuh inovasi desa Sekotong Tengah, dari taman bermain hingga ekowisata

Warga Brang Ene Sumbawa bongkar kuburan bayi