in

Rumah Rehabilitasi Pecandu Narkoba akan dibangun di Lombok Timur

Kepala BNN Provinsi NTB Brigjen Pol I Gde Sugianyar Dwi Putra

kicknews.today – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat Brigjen Pol I Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan rumah rehabilitasi penyalahgunaan dan pecandu narkoba rencananya akan segera dibangun di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

I Gde Sugianyar di Mataram, Selasa (18/11), mengatakan, rencana ini telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat hingga ke daerah.

“Jadi usulan BNN RI ke pemerintah pusat, dalam hal ini langsung ke Presiden RI, sudah ada tindak lanjutnya. Nantinya PUPR yang akan membantu kami,” kata Sugianyar.

Kawasan pembangunan juga telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi NTB dalam bentuk hibah penggunaan aset negara, berupa sebidang tanah dengan luas 5 hektare di wilayah Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur.

“Jadi di sana (di atas lahan rencana pembangunan) itu bekas rumah sakit. Itu yang dihibahkan ke BNN. Pak Bupati Lombok Timur juga mendukung rencana pembangunannya,” ujarnya.

Adapun tujuan didirikannya tempat rehabilitasi ini untuk menekan jumlah penyalahguna maupun pecandu yang cukup tinggi di wilayah Lombok Timur.

“Dari data terakhir penyalahguna di NTB itu sudah mencapai 63 ribu orang dan itu cukup banyak di wilayah Lombok Timur,” ucapnya.

Selain itu, Kabupaten Lombok Timur juga tercatat sebagai wilayah yang tingkat peredarannya cukup tinggi. Beberapa kasus peredaran narkoba dengan skala barang bukti yang cukup besar, banyak yang terungkap di wilayah setempat.

“Pada awal tahun 2020 itu ada datang dari Aceh, beberapa waktu lalu juga ada yang ditangkap di Pancor, Masbagik juga ada,” katanya.

Meksipun pembangunannya masih dalam rencana, namun upaya memberantas peredaran narkoba, tetap digalakkan. Salah satunya, aktif menggelar kegiatan pencegahan dengan memberikan edukasi bahaya narkoba kepada masyarakat.

Dalam edukasinya, BNN juga kerap menyampaikan harapan kepada masyarakat untuk memberikan dukungan agar ikut aktif mencegah peredaran narkoba di setiap lingkungannya.

Sugianyar juga mengatakan bahwa BNN selalu terbuka bagi yang merasa ingin terlepas dari pengaruh narkoba.

“Rehabilitasi itu gratis, asal datang ke BNN melapor, minta direhabilitasi, tidak akan di penjara, gratis dan pastinya privasi anda dijamin agar hak-hak dalam hidup sosialnya tidak terganggu,” kata Sugianyar. (ant)

What do you think?

Chief Everything Officer

Written by Redaksi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Sempat hilang, 3 pemuda asal Kilo Dompu berhasil ditemukan

Penanganan Ekonomi Dampak Covid-19, Penggunaan Dana Desa Harus Tepat dan Terpadu