in

Rp19,9 miliar untuk proyek rusunawa nelayan Ampenan Mataram

lustrasi - Huntara Pondok Pelangi Nelayan Bintaro, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang akan menjadi bagian lokasi pembangunan rusunawa nelayan. (ANTARA/Nirkomala)

kicknews.today – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) untuk nelayan di Bintaro, Kecamatan Ampenan, dengan nilai proyek Rp19,9 miliar.

Kepala Disperkim Kota Mataram, M. Kemal Islam mengatakan, berbagai kebutuhan dan fasilitas pendukung yang harus dilengkapi Pemerintah Kota Mataram sudah disiapkan untuk pelaksanaan pembangunan tersebut, terangnya di Mataram, Jumat (16/4).

“Jadi sekarang kita tinggal menunggu kesiapan kontraktor untuk melakukan peletakan batu pertama,” katanya.

Dia mengatakan berbagai kebutuhan dan fasilitas pendukung sudah terpenuhi Pemerintah Kota Mataram, selain pematangan lahan juga penyiapan jalan masuk utama ke lokasi pembangunan.

“Tahapan saat ini sedang menunggu pembangunan asrama bagi para tenaga kerja dan tenaga ahli yang didatangkan dari Pulau Jawa,” katanya.

Dia mengatakan pada tahap pertama pembangunan rusunawa nelayan di Kota Mataram, pemerintah pusat melalui Balai Penyedia Perumahan Provinsi NTB akan membangun satu twin blok dengan tipe 36.

“Jumlah kamar yang akan disiapkan yaitu sebanyak 44 unit dengan tiga lantai, sedangkan alokasi anggaran yang disiapkan yaitu sebanyak Rp19,9 miliar lebih,” katanya.

Pemerintah Kota Mataram tetap berharap pemerintah bisa menambah lagi jumlah rusunawa nelayan hingga menjadi empat twin blok, sebab berdasarkan data terakhir jumlah nelayan yang akan direlokasi sekitar 300 KK.

Nelayan yang akan direlokasi ke rusunawa itu, katanya, mereka yang masih berada di garis sempadan pantai, sehingga setiap tahun terancam abrasi saat musim angin barat. Selain itu, katanya, juga untuk nelayan Pondok Perasi yang terdampak relokasi lahan.

“Salah satu solusi agar nelayan bisa aman dari abrasi pantai adalah dengan relokasi ke rusunawa,” katanya. (ant)

Editor: Annisa

Laporkan Konten