in

Relawan Lebaran di Mataram berbagi kebahagian dengan baju bekas

Relawan berbagi baju lebaran di Mataram


kicknews.today – Tradisi membeli baju lebaran memang sulit dihilangkan. Namun, apakah seluruh masyarakat Indonesia mampu membelinya? Sayangnya tidak, mengingat ada banyak sekali warga yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Terlebih saat Covid-19 mulai melanda membuat perekenomian mereka semakin melemah. Melihat fenomena tersebut, Dwi Tesna Andini seorang relawan di Mataram mengajak teman-temannya untuk menyumbangkan pakaian layak untuk disalurkan kepada anak yatim maupun keluarga kurang beruntung.

“Ada sekitar 300 paket pakaian berasal dari teman-teman penggemar Kim Seokjin dan masyarakat secara umum. Sumbangan tersebut berasal dari Jakarta, Bali, Jogja, Salatiga dan Lombok,” tulisnya dalam press release Rabu (12/4).

Tidak hanya baju bekas saja yang disumbangkan bahkan donatur juga menyumbangkan baju baru. Agar pakaian tersebut benar-benar layak dipakai Dini begitu nama panggilannya mengaku sebelum disumbangkan terlebih dahulu seluruh pakaian dicuci, disetrika, dan dikemas.

“Pakaian tersebut juga disortir. Jadi kalau ada pakaian bolong atau banyak noda akan digabung jadi satu paket dengan pakaian yang bagus agar tidak terbuang,” ungkap dosen Universitas Teknologi Mataram tersebut.

Penyaluran pakaian layak pakainya mulai disalurkan pada tanggal 9 Mei 2021 di Masbagik Lombok Timur dan Praya Lombok Tengah. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan dibantu oleh para remaja desa. Hal ini bertujuan agar bisa menggerakkan semangat berbagi di usia belia.

Gerakan berbagi baju lebaran tersebut bertujuan agar masyarakat merasakan kebahagiaan di hari kemenangan dengan memakai baju baru. Selain itu, kegiatan ini bertujuan sebagai sarana untuk menggerakkan para pemuda agar lebih peka lagi terhadap isu sosial.

“Semoga melalui kegiatan ini bisa menginspirasi banyak orang untuk lebih peduli lagi kepada sesama. Terlebih di tengah menghadapi Covid-19 belum tentu masyarakat semuanya mampu membeli baju lebaran, jadi apa salahnya kita menjembatani orang-orang mampu dalam menyumbangkan hartanya,” harapnya. (red)

Editor: Dani

Laporkan Konten