in

Puluhan rumah rusak oleh puting beliung di Lombok Tengah dapat bantuan material

Salah satu rumah warga rusak akibat angin puting beliung dan tenda darurat (24/9/2021).

kicknews.today – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, sampai dengan saat ini masih terus melakukan pendataan terhadap kerusakan berbagai fasilitas akibat angin puting beliung yang terjadi Rabu malam (22/9).

Berdasarkan pendataan, angin puting beliung ini melanda lima desa di tiga kecamatan; Kopang yakni Desa Monggas dan Desa Muncan, Kecamatan Praya melanda Desa Montong Terep dan Desa Mertak Tombok, serta di Kecamatan Praya Tengah di Desa Batunyale.

Kepala BPBD Lombok Tengah, H Ridwan Ma’ruf, menegaskan bahwa dari data yang sudah dihimpun untuk Desa Monggas ada sepuluh rumah, kemudian di Desa Muncan Ada dua rumah. Selanjutnya di Desa Montong Terep lima rumah. Sementara di Desa Mertak Tombok 14 rumah dan di Desa Batunyale satu rumah.

“Jadi ada lima desa yang diterjang angin puting beliung ini dan kerusakan mencapai sekitar 22 rumah. Namun yang paling parah ada di Desa Monggas tapi yang paling banyak di Desa Mertak Tombok. Tidak ada korban jiwa, warga hanya luka – luka tapi tidak terlalu parah,” ujar Kepala BPBD Lombok Tengah, H Ridwan Ma’ruf, Jumat (24/9)

Disampaikan juga bahwa saat ini bantuan sudah dikirim kepada masyarakat yang terdampak seperti bantuan terpal dari Provinsi NTB. Sementara dari BPBD Lombok Tengah akan mengirimkan bahan material besok (hari jumat,red) ke semua rumah yang terdampak untuk dilakukan.

“Besok kita salurkan asbes 560 lembar, semen 50 sak, kayu 64 biji, paku 30 kg. Bahan material yang kita salurkan ini sesuai dengan hasil perhitungan tim yang saya utus untuk identifikasi ke lokasi kejadian dan langsung mendata kebutuhan bersama masyarakat yang terdampak,” terangnya.

Lebih jauh disampaikan bahwa angin puting beliung tidak bisa diperediksi meski pihaknya sudah melakukan mitigasi bencana, termasuk memetakan lokasi kerawanan bencana. Angin puting beliung ini terlepas dari analisa pihak BPBD, sehingga dari BMKG juga sebelumnya sudah melakukan sosialisasi dan membuat peta di mana akan terjadi cuaca yang ekstrim dan lain sebagainya.

“Kita juga hari ini sudah menyalurkan mie instan, beras, minyak goreng, selimut dan beberapa bahan kebutuhan pokok lainnya,” pungkasnya. (ade)

Editor: Annisa

Laporkan Konten