in

Polisi usut dugaan Pungli Proyek Sanitasi pada DLH Lombok Tengah

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah.

kicknews.today – Satreskrim Polres Lombok Tengah terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pungutan liar (Pungli) proyek sanitasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Tengah Tahun 2020. Dalam proyek yang anggarannya bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut, Polisi telah memeriksa puluhan saksi.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP I Putu Agus Indra Permana mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan Pungli dalam proyek tersebut. Namun pihaknya belum bisa menyimpulkan kuat indikasi pungli atau tidak, meskipun pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“Intinya kasus dugaan pungli itu sedang didalami, semua butuh proses,” ujarnya kepada wartawan di kantornya, Senin (1/2).

Dalam proyek yang nilai anggarannya cukup besar tersebut TFL,terlibat sekitar 25 orang. Dimana proyek tersebut dikerjakan secara swadaya oleh KSM yang telah dibentuk oleh Dinas terkait dan mereka yang menyusun semua rencana kerjanya.

“Jadi kita lakukan klarifikasi terhadap TFL dan KSM terakit dugaan Pungli tersebut. Total yang telah diperiksa itu 24 orang,” jelasnya.

Disinggung terkait dengan kualitas proyek yang tidak sesuai spek dan adanya proyek yang tidak tuntas dikerjakan seperti di Desa Selong Belanak?. Ia mengatakan, bahwa pihaknya masih fokus dalam kasus dugaan pungli yang dilaporkan oleh masyarakat, karena kasus tersebut masih dalam proses.

“Kita selesaikan satu persatu. Fokus pada dugaan pungli,” katanya.

Untuk diketahui, Nilai proyek dalam program sanitasi tersebut mencapai Rp 21 miliar dengan jumlah Septic tank yang disebar itu 3000 unit kepada 25 Desa di Lombok Tengah. Anggaran pembangunan sanitasi tersebut per unit Rp 7 Juta dan dikerjakan secara swadaya masyarakat yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu. (Ade)

Editor: Dani

Laporkan Konten