in

PN Praya gelar sita eksekusi sengketa lahan di Desa Ubung Lombok Tengah

kicknews.today – Pengadilan Negeri (PN) Praya melaksanakan sita eksekusi terhadap obyek sengketa lahan seluas 56 are di Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Senin (10/5).

Dimana penggugat/ termohon eksekusi, Nalih (60) warga Dusun Punjambung, Desa Ubung. Sedangkan tergugat, Muhamad Alwi (55) Warga Dusun Punjambun, Desa Ubung.

Jurusita PN Praya Basari mengatakan, sesuai dengan Putusan Pengadilan Nomor 75/pdt.G/2018/PN.Praya tanggal 13 Mei 2019 jo Nomor 120/PDT/2019/PT MTR. tanggal 15  Agustus 2019  jo Nomor:1192 K/PDT/2020 tanggal 11 Juni 2020. Selanjutnya melaksanakan sita eksekusi lahan terhadap obyek sengketa di Desa Ubung.

“Hari ini kita melaksanakan sita eksekusi lahan sesuai surat penetapan atas perintah Ketua Pengadilan tertanggal 4 Mei 2021,” ujarnya saat membacakan surat sita eksekusi.

Sebagai tempat penitipan barang-barang dari pelaksanaan sita eksekusi tersebut, telah ditunjuk para tergugat dengan diberitahukan kepadanya. Bahwa sebelum ada putusan lebih lanjut mengenai permintaan ini, maka supaya barang-barang yang telah dilakukan sita eksekusi untuk dijaga dengan baik, tidak boleh dipindahtangankan.

“Lahan ini tidak boleh dipindahtangankan sebelum ada penetapan Ketua PN Praya,” jelasnya.

Kegiatan sita eksekusi lahan itu dihadiri oleh Kepala Desa Ubung, kedua belah pihak tergugat maupun penggugat.

Terpisah, Muhammad Alwi mengatakan, pihaknya menguasai lahan tersebut setelah adanya kesepakatan jual beli dengan pihak penggugat pada tahun 1997. Kemudian langsung diajukan pembuatan sertifikat dengan surat jual beli yang sama-sama ditandatangani di atas materai kemudian terbitlah sertifikat pada tahun 2000 dengan No. 503 yang dibatalkan oleh penggugat tahun 2010 lewat PTUN Mataram. Di mana lahan itu awalnya digadai oleh suami dari penggugat dengan Rp 1 Juta dan 26 ton gabah kering. Kemudian terjadi kesepakatan jual beli dengan tambahan uang Rp 7 juta.

“Setelah beberapa Tahun, barulah digugat dan sekarang dimenangkan  penggugat,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang menjadi keputusan pengadilan tersebut pihaknya akan mengikuti sesuai aturan. Dengan catatan biaya gadai tersebut harus diganti rugi oleh penggugat.

“Biaya gadai dulu itu harus diganti,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak penggugat belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan sengketa lahan tersebut. (ade)

Editor: Annisa

Laporkan Konten